Innalillahi wa inna ilaihi roji'un, KH. Sahal Mahfudz Meninggal Dunia

Diposkan oleh kangtris on Jumat, 24 Januari 2014

Kabar duka kembali mendatangi kita, Dr. KHM. Ahmad Sahal Mahfudz meninggal dunia pada hari Jum’at, 24 Januari 2014 Pukul 01.10 dini hari, di Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Margoyoso, Pati Jawa Tengah dalam di usia 77 tahun.
 

Kyai Sahal terlahir dengan nama Muhammad Ahmad Sahal bin Mahfudz bin Abd Salam Alhajaini dari pasangan Kyai Mahfudz bin Abd Salam Alhafidz dan Hj Badi’ah. Ia lahir di Desa Kajen, Margoyoso Pati pada tanggal 17 Desember 1937. Kyai Sahal merupakan anak ketiga dari enam bersaudara.

Beliau lahir, ia sudah hidup di pesantren, dibesarkan dalam lingkungan pesantren dan mengabdi di pesantren. Pada tahun 1968 Kyai Sahal menikah dengan Hj Nafisah binti KH Abdul Fatah Hasyim, Pengasuh Pesantren Fathimiyah Tambak Beras Jombang dan memiliki putra bernama Abdul Ghofar Rozin.

Dedikasinya kepada pesantren, masyarakat, dan ilmu fikih tidak pernah diragukan. Beliau menguatkan tradisi dengan ketundukan mutlak pada ketentuan hukum dalam kitab-kitab fiqih ditambah keserasian dengan akhlak yang diajarkan dari ulama tradisional. Dalam istilah pesantren semangat tafaqquh (memperdalam pengetahuan hukum agama) dan semangat tawarru’ (bermoral luhur).

Minat baca Kyai Sahal sangat tinggi. Terbukti beliau punya koleksi 1.800 buku di rumahnya. Meskipun orang pesantren,  bacaannya cukup beragam seperti tentang psikologi hingga novel detektif. Alhasil, belum genap berusia 40 tahun, dirinya telah menunjukkan kepintarannya dalam forum fiqih. Dan pada berbagai sidang Bahtsu Al-Masail tiga bulanan yang diadakan Syuriah NU Jawa Tengah, beliau sudah aktif di dalamnya.

Kyai Sahal adalah pemimpin Pesantren Maslakul Huda Putra sejak tahun 1963. Pesantren di Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah, ini didirikan oleh ayahnya, KH Mahfudz Salam, tahun 1910. Sebagai pemimpin pesantren, Kyai Sahal dikenal sebagai pendobrak pemikiran tradisional di kalangan NU. Sikapnya yang menonjol ialah mendorong kemandirian dengan memajukan kehidupan masyarakat di sekitar pesantrennya melalui pengembangan pendidikan, ekonomi dan kesehatan.

Beliau pun pernah bergabung dengan sejumlah institusi salah satunya yang bergerak dalam bidang pendidikan, yaitu menjadi anggota BPPN3 selama dua periode dari tahun 1993-2003.

Beliau juga pernah dianugerahi gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) dalam bidang pengembangan ilmu fiqh serta pengembangan pesantren dan masyarakat pada 18 Juni 2003 di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam organisasi Kyai Sahal pernah menjabat sebagai Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (1999-2009), Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa bakti 2000-2010, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa bakti 2005-2010. Pada 26 November 1999, untuk pertama kalinya dia dipercaya menjadi Rais Aam Syuriah PB NU, mengetuai lembaga yang menentukan arah dan kebijaksanaan organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan lebih 30 juta orang itu.

KH Sahal yang sebelumnya selama 10 tahun memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah, juga didaulat menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI pada Juni 2000 sampai tahun 2005. Selain jabatan-jabatan diatas, jabatan lain yang sekarang masih diemban oleh beliau adalah sebagai Rektor INISNU Jepara, Jawa Tengah (1989-sekarang) dan pengasuh Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Pati (1963 - Sekarang).


Al Fatikhah....






 
More aboutInnalillahi wa inna ilaihi roji'un, KH. Sahal Mahfudz Meninggal Dunia

Membuat RSS Feed Twitter

Diposkan oleh kangtris on Kamis, 23 Januari 2014

Membuat RSS Feed dari Time Line Twitter, ternyata ada beberapa tempat yang bisa digunakan. RSS Feed ini biasanya diperlukan untuk bisa mengetahui update status tanpa harus mengunjungi ke twitter secara langsung.

Cara membuat RSS Feed Twitter, silahkan pilih salah satu dari cara berikut :

Pertama, menggunakan layanan dari web  http://charlieharvey.org.uk/page/twitter_rss

Setelah masuk ke website tersebut, silahkan masukkan id twitter yang akan dijadikan rss, kemudian klik Fetch RSS.... greng.. greng.... maka akan muncul alamat rss.

Contoh :

pengin mengetahui rss feed dari akun @kangtris, maka akan di dapat alamat 
http://twitrss.me/twitter_user_to_rss/?user=kangtris&fetch=Fetch+RSS

Kedua, menggunakan layanan dari web http://twitrss.me

Setelah masuk ke website tersebut, silahkan masukkan id twitter yang akan dijadikan rss, kemudian klik Fetch RSS.... greng.. greng.... maka akan muncul alamat rss.

Contoh :

pengin mengetahui rss feed dari akun @kangtris, maka akan di dapat alamat 
http://twitrss.me/twitter_user_to_rss/?user=kangtris
Semoga bermanfaat.
More aboutMembuat RSS Feed Twitter

Sebaiknya Gunakan Mushaf Al Qur'an Cetak

Diposkan oleh kangtris

Terkait maraknya berbagai aplikasi Al Qur’an Online, baik via brower, maupun perangkat android dan ipad, seperti iQuran Lite.  Seperti dilansir oleh harian Republika ketika mengutip pernyataan Kepala Bidang Pengkajian Alquran LPMA Muchlis M Hanafi mengungkapkan khawatir terhadap rawannya penyelewengan teks alquran pada aplikasi perangkat teknologi komunikasi yang berbentuk dana digital.

"Kita khawatir kesempatan ini dimanfaatkan bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk merusak keshahihan teks Alquran di tengah masyarakat," ujar Pak Muchlis.


Sebab, ungkap dia, pengawasan yang dilakukan LPMA sebagai lembaga yang berada di bawah Kemenag masih fokus mengawasi teks Alquran yang bentuknya mushaf cetak atau hardcopy. Untuk pengawasan teks mushaf Alquran cetak ini, LPMA pun telah turun ke lapangan mengecek setiap percetakan dan toko buku penjualan Alquran.


Karenanya, ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati menggunakan aplikasi Alquran di gadget dan perangkat mobile. "Kalau bisa dicek terlebih dahulu teksnya apakah sesuai terjemahan Kemenag atau tidak."


Oleh karena itu, utamakan menggunakan mushaf cetak, untuk melakukan tilawah, apalagi bagi sahabat yang mengikuti Program ODOJ.


Semoga bermanfaat.

More aboutSebaiknya Gunakan Mushaf Al Qur'an Cetak

Kapan sebaiknya tilawah ?

Diposkan oleh kangtris on Kamis, 16 Januari 2014

Bagi sahabat yang sudah bergabung dalam Program One Day OneJuz (ODOJ), sudah menjadi target bahwa dalam satu hari harus bisa menyelesaikan satu juz.

Kapan sebaiknya melakukan tilawah ?

Sebenarnya setiap orang memiliki kondisi waktu sendiri – sendiri tergantung berbagai faktor yang ada di sekelilingnya. Jadi yang paling tahu mensiasati waktu tilawah sebenarnya diri sendiri.

Namun, barangkali dari berbagai waktu berikut, bisa menjadi alternatif pilihan bagi sahabat semua.

Pertama, setelah selesai Qiyamul lail.
Bagi sahabat, yang terbiasa melakukan shalat malam, setelah shalat dan dzikir, sambil menunggu waktu shubuh, melakukan tilawah bisa menjadi salah satu alternatif waktu yang baik. Bila sahabat melakukan shalat malam dari jam 03.00 sampai 03.30, maka waktu setelahnya sampai waktu shubuh bisa dijadikan waktu tilawah.

Kedua, Setelah shalat Shubuh
Setelah shalat shubuh sampai sekitar jam 06.00 pagi, bisa dijadikan waktu tilawah. Tilawah di waktu ini, menurut saya pribadi terasa lebih ringan. Barangkali karena di waktu pagi kondisi tubuh masih segar dan fit.

Ketiga, Setelah shalat Dhuha.
Bila sahabat, mempunya keleluasan waktu, maka setelah shalat Dhuha bisa menjadi waktu untuk melakukan tilawah.

Keempat, Setiap Ba’da Shalat Wajib.
Bagi sahabat yang mempunyai jadwal yang padat, bisa melakukan tilawah dengan rumus seperti yang direkomendasikan dari ODOJ, yakni 2 x 5, artinya 2 lembar di setiap ba’da shalat fardlu. Namun seiring peraturan sekarang dari ODOJ, mengingat waktu didasarkan kepada perhitungan Qomariyah maka, diharapkan sebelum maghrib sudah selesai target juz di hari itu. Sehingga, bisa jadi rumusnya dirubah bukan 2 x 5, namun 3 x 3 + 1, yakni ba’da shubuh, dhuhur, ashar, masing – masing 2 lembar + 1 lembar di akhir.

Kelima, Memanfaatkan setiap waktu senggang
Waktu senggang bagi tiap – tiap orang itu berbeda, nah.. waktu senggang itu bisa sahabat maksimalkan untuk melakukan tilawah.  Selain menggunakan Mushaf Al Quran biasa, sahabat bisa memanfaatkan tekhnologi HP yang sekarang bisa diinstal berbagai aplikasi Al Quran, seperti Qur’an Lite

Sooooo....

Kalau sahabat, barangkali sering menghabiskan waktu untuk melakukan browsing internet, bersenda gurau facebook dan twitter, ataupun menghabiskan banyak waktunya di depan TV, sekarang alihkan waktunya untuk melakukan Tilawah Al Qur’an.

Semoga bermanfaat.
More aboutKapan sebaiknya tilawah ?

iQuran Lite

Diposkan oleh kangtris on Rabu, 08 Januari 2014

Sekarang sudah banyak sekali aplikasi Al Qur'an Online, baik secara online di internet, maupun aplikasi untuk Android. Untuk Android, saya sekarang menggunakan iQuran Lite. Tulisan yang enak dibaca, serta berbagai kelebihan fitur lainnya, yang membuat saya memilih aplikasi ini.

Aplikasi ini mempunyai fitur sebagai berikut :
  • Terjemahan Bahasa Inggris (free)
  • Pemutaran Audio
  • Navigasi
  • Warna kode tajwid (juz terakhir free)
  • Bookmark dan Tag.

Serta, fitur menarik lainnya.

Dengan aplikasi ini, juga memudahkan saya, khususnya bila dalam perjalanan untuk tidak ketinggalan tilawah dalam program ODOJ.

Ingin mencoba ? silahkan download disini (free) atau disini (pro)

More aboutiQuran Lite

One Day One Juz

Diposkan oleh kangtris on Senin, 06 Januari 2014

Suatu sore, istri saya terlihat tidak seperti biasanya. Ia melakukan tilawah lebih banyak dari biasanya. Setahu saya istri saya tilawah bisa dihitung dalam hitungan lembaran mushaf saja, namun sekarang terlihat lebih lama.

Setelah ditanya, ia menjawab ia ikutan ODOJ, apalagi ini ? tanya saya dalam hati. Eh.... ternyata ODOJ itu One Day One Juz, sebuah program yang digagas secara kreatif untuk melakukan tilawah dalam satu grup, ada yang menggunakan whatssapp, ada juga yang menggunakan BBM.

Dalam satu grup terdiri dari 30 member, dengan target satu member bisa melakukan tilawah dalam satu hari satu juz, maka dalam satu hari dalam grup tersebut, 30 juz bisa dikhatamkan. Begitu berlanjut setiap hari, sehingga, dalam kurun waktu satu bulan secara personal juga khatam 30 juz.

Kalau hanya melakukan tilawah, ngapain harus ikutan dalam grup, tilawah sendiri juga bisa kan ? 
Sayapun asalnya berpikir seperti itu, namun ternyata.... tilawah dalam satu grup, ibarat kita tilawah berjamaah, dan yang namanya jamaah, tentu kekurangan kita bisa ditutupi dari kelebihan yang lain. Selain itu sesama member bisa saling mensuppport satu sama lain.
Rasanya, sungguh berat bila harus menyelesaikan satu hari satu juz.
Yah.... dibilang berat, ya berat bagi yang belum terbiasa, namun fakta membuktikan bahwa justru dengan berjamaah, menyelesaikan satu juz dalam satu hari ternyata LEBIH RINGAN dibanding sendirian.
Jadi,

Seandainya sahabat bisa merampungkan bacaan novel yang tebalnya beratus - ratus lembar saja bisa dilakukan, bagaimana mungkin membiasakan membaca pedoman hidup kita tidak bisa ?

Seandainya sahabat seorang penulis, yang bisa menghabiskan berjam - jam untuk menulis, bagaimana mungkin membaca wahyu Illahi yang membutuhkan 50 menit tidak bisa ?

So.... gabung bareng di One Day One Juz, dan selamat menikmat jamuan terindah dari Alloh SWT.






More aboutOne Day One Juz

Si Nenek Renta Kebelet Haji

Diposkan oleh kangtris on Senin, 23 Desember 2013

Tidak seperti biasanya, sore itu memang terlihat terang. Mendung yang awalnya muncul di siang hari, justru menjelang sore sudah menghilang.

Terlihat di rumah Kang Soleh seorang nenenk cukup renta, setia menunggu. Badannya sudah keriput, namun wajahnya masih terlihat sumringah.

Nenek Warti, penjual sayuran di pasar sebelah sedang duduk di rumah Kang Soleh. 

"Saya, semalam nggak bisa tidur .... , ada yang saya fikirkan." kata Nenek Warti. 

"Halah.... mikir apa nek ? sudah.... nenek harus bersyukur, dikasih umur panjang sama Gusti Alloh." jawab Kang Soleh. 

"Justru, karena bersyukur.... saya semalam ga bisa tidur ?" 

Kang Solehpun sedikit tertawa lirih mendengar kalimat Nenek Warti. 

"Begini.... saya ini sudah tua, hidup pas - pasan, namun... alhamdulillah saya diberi umur panjang. Namun ada satu hal yang membuat saya iri kepada yang lain ?" 

"Apa yang membuat iri, nek ?" 

"Saya pengin haji.... kangen banget saya,, pengin lihat rumah Alloh." 

Tertegun sebentar Kang Soleh. 

"Begini nek, .... jangan lupa setiap sholat berdo'a semoga Alloh mengabulkan keinginan nenek untuk bisa pergi berhaji. 

Selain itu, saya mau bercerita nih nek, sebuah kisah yang terjadi di jaman Rasululloh. 

Sekelompok orang-orang fakir miskin datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, 

“Ya Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong semua kedudukan yang tinggi serta kebahagiaan yang abadi dengan harta memreka. Mereka shalat dan berpuasa sebagaimana yang kami lakukan. Akan tetapi mereka mempunyai harta untuk menunaikan haji; umrah dan bersedekah.” 

Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Sukakah kalian saya ajarkan sesuatu yang dapat mengejar orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang kemudian, dan tidak ada yang lebih utama dari kalian, kecuali mereka melakukan seperti yang kalian lakukan?” 

Mereka menjawab, “Baiklah ya Rasulullah.” 

Rasulullah SAW lalu bersabda, “Setiap selesai sholat bacalah olehmu Tasbih (Subhanallah); Tahmid (Alhamdulillah) dan Takbir (Allahu Akbar) masing-masing sebanyak 33 kali. 

 Jadi nek... maksud saya, dengan membaca setiap selesai sholat bacalah olehmu Tasbih (Subhanallah); Tahmid (Alhamdulillah) dan Takbir (Allahu Akbar) masing-masing sebanyak 33 kali, Insya Alloh nenek sudah mendapat pahala seperti orang yang pergi haji. 

Wallohu a'lam.
More aboutSi Nenek Renta Kebelet Haji