Gratis !! Dapatkan update artikel kangtris.com via email. Gabung Sekarang !
Latest Posts

Senin, 16 Januari 2012

Mengirim file ke dropbox

Bila anda sedang dalam perjalanan, dan anda ingin mengirim file ke tim anda langsung ke dekstop mereka yang menggunakan layanan dropbox, maka anda bisa melakukannya dengan menggunakan aplikasi sendtodropbox.

Layanan sendtodropbox, memungkinkan anda mengirim email dan attach filenya masuk ke dropbox, yang otomatis masuk ke dekstop tim atau klien anda. Untuk menggunakan layanan ini, silahkan lakukan langkah berikut :
Masuk ke sendtodropbox.com.
Klik connect to dropbox.
Kemudian anda akan dibawa ke account masuk ke account dropbox.
Silahkan login, dengan memasukkan username dan password.
Silahkan tunggu beberapa saat, kemudian anda akan melihat : 

Woo hoo! You can now send attachments to 
XXXXXXXXXX@sendtodropbox.com 

XXXXX adalah alamat email unik, dimana anda nanti mengirim email ke alamat tersebut. 
Alamat email tersebut yang anda gunakan untuk mengirim email.
read more...

Rabu, 04 Januari 2012

Berbagi file dimana saja, kapan saja dengan Dropbox

Bila pekerjaan anda melibatkan banyak orang atau bekerja dalam sebuah tim, sedangkan anda punya mobilitas yang relatif tinggi, atau ingin update data dari staff anda, maka Dropbox bisa menjadi salah satu alternatif untuk penyelesaian pekerjaan tersebut.  

Dropbox, merupakan salah satu aplikasi berbasis web (cloud computing) yang cukup terkenal saat ini, selain ada beberapa pilihan yang lain. 

Setiap file yang Anda simpan pada Dropbox juga langsung menyimpan ke komputer Anda, telepon, dan situs web Dropbox.
2GB Dropbox free, dengan langganan sampai dengan 100GB tersedia. 
File Anda selalu tersedia dari situs web Dropbox aman. 
Dropbox bekerja dengan Windows , Mac , Linux , iPad , iPhone , Android dan BlackBerry . 
Bekerja bahkan saat offline, saat terdapat koneksi maka Dropbox akan melakukan sindronisasi. 
Dropbox transfer hanya untuk bagian dari file yang mengalami perubahan(tidak semuanya).
Shared folder memungkinkan anda bekerja sama pada pekerjaan yang sama dan dokumen.
Mengundang teman-teman, keluarga atau rekan ke folder.
Ini akan seperti jika Anda menyimpan folder ke komputer mereka.
Melihat perubahan orang lain seketika.
Buat galeri foto dapat dilihat oleh siapapun yang Anda pilih.
Kirim link ke setiap file dalam Dropbox Anda menggunakan folder Umum Anda.
Aplikasi untuk iPhone, iPad, Android, dan BlackBerry menjaga Dropbox di tangan, bahkan di perjalanan
Bawa file Anda dengan Anda ketika Anda sedang di perjalanan.
Mengedit file dalam Dropbox Anda dari ponsel Anda.
Mudah-upload foto dan video ke Dropbox. Bebas berbagi dengan keluarga dan teman-teman.

Anda tertarik mencoba ? silahkan register dengan klik disini.
read more...

Selasa, 03 Januari 2012

Hari - hari yang bertumbuh

Pergantian tahun baru biasanya disemarakan dengan berbagai kegiatan, dan yang tidak lepas dari moment itu adalah adanya kembang api dan terompet. Kemeriahan pergantian tahun baru, rupanya tidak berlaku bagi Somad.

Somad seorang pebisnis makanan, melewatkan pergantian tahun baru tidak diisi dengan berlibur, namun ia lebih memilih berkunjung ke tempat kang Soleh.

“Nggak jalan – jalan Mad ? tanya Kang Soleh.

“Ini barusan jalan – jalan kang, dari rumah ke tempat Kang Soleh.” Jawab Somad sambil tersenyum.

“He..he… bisa saja, kamu Mad…”

“Saya cuma takut kang… “ tanya Somad.

“Takut apa ? “ tanya Kang Soleh.

“ Takut pas niup terompet, justru malaikat Izroil niup terompet kematian sama saya….” Jawab Somad. “ Wah..wah….. hebat Mad. “ jawab Kang Soleh. 

“ Namun gini kang, saya agak sulit memahami kalimat “jika hari ini lebih baik dari kemarin berarti beruntung, jika hari ini sama dengan hari kemarin berarti rugi ; dan bila hari ini lebih jelek dari hari kemarin berarti celaka.” Tanya Somad. 

“ Bingungnya yang mana ?” tanya Kang Soleh. “ Jika hari ini sama dengan hari kemarin berarti rugi “, jawab Somad. 

“ Memang rugi…….” jawab Kang Soleh. 

“Ruginya yang mana kang ?, saya biasa jualan makanan, kalau hari kemarin saya laba satu juta, hari ini juga satu juta, itu kan sama saja kang, alias tidak rugi.” Jawab Somad. 

Mendengar penuturan Somad, Kang Soleh mengernyitkan dahi, wajahnya sedikit tersenyum sambil menarik nafas dalam – dalam. 

Sejenak kemudian Kang Soleh berkata, “Mad….ambil wudhu dulu sana…. “ perintah Kang Soleh. “ Kenapa kang ? “ tanya Somad. 

“ Untuk mencuci otakmu…….” Jawab Kang Soleh tanpa ekspresi. 

Mendengar perintah Kang Soleh, dengan tersungut – sungut Somadpun tetap melakukannya. Ia kemudian ke belakang mengambil air untuk berwudhu. Setelah selesai iapun kembali ke ruang tamu rumah Kang Soleh. 

Melihat tingkah laku Somad, Kang Soleh tersenyum – senyum. 

“Cara berfikirmu itu, terpengaruh duit ….. duit… dan duit….. makanya saya suruh cuci dulu.” kata Kang Soleh. Somadpun, terlihat ikut tersenyum. 

“Kamu dikasih hidup, yang ngasih modal hidup siapa ?” tanya Kang Soleh. 

“Gusti Alloh…..” jawab Somad singkat. 

“Modal apa yang paling berharga dalam hidup ?” 

Somadpun melongo, menerawang jauh…dan akhirnya terdiam. 

“Modal waktu……” kata Kang Soleh. 

“ Terus jawabannya apa kang ?”sergah Somad tidak sabar. 

“ Andaikan waktu sama dengan uang……. Kamu yang punya modal sebagai investor, sedangkan saya yang menjalankan bisnisnya. Kemarin saya dikasih modal sepuluh juta, dapat laba satu juta. Hari ini modalnya kamu tambahi sepuluh juta lagi sehingga menjadi dua puluh juta, namun ternyata labanya hanya satu juta saja. 

Kamu yang punya duit, gimana rasanya ? “ 

“Ngapain saya tambahi sepuluh juta kang, kalau labanya sama dengan yang kemarin, kan sama saja rugi saya, modal sepuluh dapat satu, modal duapuluh dapat juga satu.” Sergah Somad. 

“Nah, itu jawabannya….” kata Kang Soleh. 

“Maksudnya ? “ tanya Somad. 

“Setiap hari kita selalu dikasih modal waktu sama Gusti Alloh, hari demi hari yang kita lalui sebenarnya tambahan demi tambahan, yang seharusnya dipergunakan untuk meningkatkan kualitas amaliah kita kepada Alloh swt. Setiap hari yang kita lewati, setiap tahun yang kita jalani, harusnya semakin meningkatkan kedekatan kita kepada Gusti Alloh. Hari – hari yang kita lalui, hendaknya hari – hari yang semakin bertumbuh.” 

Wallahu a’lam
read more...

Jumat, 21 Oktober 2011

Penjual minyak wangi

Sore itu terlihat tidak seperti biasanya, cuaca yg biasanya sangat terik, sore ini mendung sudah mulai terlihat di langit. Lalu lalang kendaraan yang biasanya ramai di jalan depan rumah Kang Soleh, sore ini terlihat agak lengang. Namun, ternyata Somad sudah nongkrong di tempat Kang Soleh.

Dandanannyapun terlihat lebih perlente dibanding biasanya, terlihat handphone android keluaran terbaru tersemat di saku bajunya.  

"Saya kalau habis ikut pengajian kang..., habis ikut seminar..., atau apalah yang sekjenisnya..semangat saya menggebu-gebu untuk berbuat kebaikan, berderma kepada sesama, serta mensupport teman - teman berbuat kemaslahatan..." terlihat Somad mulai berbicara. 

"Namun......." sergah Kang Soleh. Somadpun langsung tersenyum. 

"Iya kang, namun, beberapa hari setelahnya semangat itu semakin mengendur...mengendur....dan mengendur......dan nyaris hilang sama sekali." Somad meneruskan ceritanya. 

Sesaat kemudian, Somad berhenti bercerita, handphone di sakunya berbunyi tanda ada panggilan masuk. 

Setelah selesai berbicara, Somadpun melanjutkan pembicaraannya. "Nah...supaya tidak mengendur gimana kang caranya ?" Tanya Somad. 

"Sebenarnya, sinyal jawabannya sudah ada pada dirimu, namun kamu tidak menyadarinya..." Jawab Kang Soleh. 

"Yang bener kang ?" 

"Beneran ini..sebagian jawaban itupun terlihat dengan jelas..namun kamu tidak bisa melihatnya." Terlihat Somad menghela nafas. 

"Kamu pakai handphone, kalau tiap hari dipakai terus... tanpa dicas baterainya bisa ga ? " Tanya Kang Soleh. 

"Jelas ga kang, mati itu handphone." Jawab Somad. 

"Begitu pula hatimu...yang menggerakkan semangatmu, bila tidak kamu cas, bukan hanya mengendur namun bisa mati." 

"Ngecas hatinya gimana ?" tanya Somad. 

"Yang jelas ga pakai mesin las..."Jawab Kang Soleh. 

Kemudian keduanya tertawa....kemudian Kang Solehpun mulai berkata, "Seandainya kamu mendekati seorang pandai besi, yang sedang menempa besi dengan api... apa yang kamu dapatkan ?" tanya Kang Soleh. 

"Panas sudah pasti kang...dapat abunya, terus kalau ga hati-hati bisa terbakar api." Jawab Somad. 

"Sekarang bandingkan dengan kamu mendekati penjual minyak wangi, bisa menyalami, bisa mencoba walaupun testernya, apalagi bila kamu membelinya....apa yang kamu dapatkan ?" tanya Kang Soleh. 

"Ikut wangi sudah pasti, walaupun sekedar mencoba tester, apalagi bila membelinya." Jawab Somad. 

"Nah.....itulah salah satu metode ngecas hati kita..." Sergah Kang Soleh. 

"Dekatilah orang-orang pemberi wewangian,dan jauhilah si pandai besi. Dekatilah dan bergaullah dengan orang-orang sholeh, yang selalu saling menasehati dalam kebenaran. Bukan sebaliknya !!!"
"Caslah semangatmu, dengan bergaul dengan orang - orang yang satu frekuensi menuju ke arah perbaikan, jangan sumbat semangatmu dengan bergaul dengan orang - orang yg menyumbat keberhasilanmu." 

Sesaat kemudian, Somadpun agak mendekat ke arah Kang Soleh, dengan mengepalkan tangan, seraya berkata, 

"Semangaddd... !!! " 

read more...

Jumat, 26 Agustus 2011

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H



”Suatu saat ketika Rasulullah saw sedang duduk – duduk bersama sahabatnya, Rasulullah saw bersabda, “Sebentar lagi, salah satu ahli surga akan muncul di hadapan kalian.” Tak lama, seorang laki-laki dari kaum Anshar muncul dengan sisa air wudhu masih menetes dari janggutnya. Ia menenteng terompah di tangan kirinya.

Hari berikutnya, Rasulullah mengulang perkataannya dan orang itu kembali melintas seperti pada kali pertama. Di hari ketiga, Rasulullah mengulang perkataannya, dan kejadian itu kembali terulang.

Mendengar ucapan Rasulullah, Abdullah bin Amr mengikuti lelaki yang dimaksud Rasulullah lalu berkata kepadanya, “Aku bertengkar dengan ayahku, aku tidak akan menemuinya tiga hari, apakah engkau berkenan memberiku tempat menginap?” lelaki itu menjawab, “Silahkan, dengan senang hati.”

Abdullah bin Amr pun menginap di rumah lelaki itu hingga tiga malam berlalu dan Abdullah belum melihat dari laki-laki itu melakukan amal yang disebut sebagai penghuni surga. Sehingga Abdullah memberanikan diri bertanya, “Sudah tiga hari disini, aku tidak melihatmu mengerjakan amal yang membanggakan. Mengapa Rasul menyebutmu sebagai salah satu calon penghuni surga?”.

Lelaki itu menjawab, “Aku memang tidak melakukan amalan-amalan yang istimewa, tetapi sebelum tidur, aku mengingat kesalahan-kesalahan saudaraku seiman, lalu aku berusaha untuk memaafkannya. Aku hilangkan rasa dengki dan iri terhadap karunia Allah yang diberikan kepada saudaraku.”

Setelah mendengar itu, Abdullah berkata, “Ya, itulah yang menyebabkan engkau disebut sebagai calon penghuni surga.”

SELAMAT HARI RAYA 'IDUL FITRI 1432 H

MOHON DIMAAFKAN ATAS SEGALA KEKHILAFAN LAHIR & BATIN
read more...

Sabtu, 20 Agustus 2011

Titipan yang dibanggakan

Sambil menunggu waktu maghrib saat buka puasa, Somad memang tidak terlihat seperti pemuda kampung lainnya, yang disibukkan dengan jalan – jalan ngabuburit. Ia lebih memilih nongkrong di tempat Kang Soleh untuk berdiskusi berbagai hal, termasuk masalah titipan Alloh yang dibangga – banggakan.

“Kang Soleh, gimana sih, bisa menghilangkan rasa bangga atas titipan harta dari gusti Allah ?” tanya Somad.

” Kok, to the point Mad, ga seperti biasanya.” Jawab Kang Soleh.

“ Edisi puasa kang….he..he…” jawab Somad.

”Rasa bangga yang berlebihan biasanya muncul karena kita merasa memiliki atas hal yang dibanggakan.” , jawab Kang Soleh.

” Stop....stop ...kang !!” sergah Somad.

” Ya ... jelas memiliki to kang.... memang punya sendiri.....”

” Sekarang kamu lihat, kalau kamu pergi ke sebuah tempat. Kemudian mobil kamu dititipkan ke tukang parkir.”

” Tukang parkir dengan sepenuh tenaga akan menjaga mobil kamu kan ? ’ tanya kang Soleh.

” Sudah semestinya kang.... ”, jawab Somad.

” Tukang parkir, bangga tidak atas mobil yang kamu titipkan ? ” tanya kang Soleh.

” Ya ... engga lah kang .....”, jawab Somad.

” Nah.... itu jawabannya......” celetuk kang Soleh.

” Sekarang kita lihat, bukan hanya masalah kebendaan seperti kasusmu adalah mobil. Kita lihat sekarang amaliah seseorang dalam kaitannya dengan kebanggaan. Apakah kebanggaan akan amal ibadah diperbolehkan ? ”

” Termasuk dosa kang ....” jawab Somad.

” Right......:”, jawab Kang Soleh.

Somadpun terkekeh-kekeh... tumben Kang Soleh bilang ”right”.

”Terus, gimana ngobati penyakit bangga terhadap amalnya kang ?, tanya Somad.

” Ya.... jadilah seperti tukang parkir.” jawab Kang Soleh enteng.

”Yang lebih jelas gimana kang ?, tanya Somad

” Ketika seseorang melihat dari dalam dirinya terasa sifat membanggakan amalnya, hendaklah ia bertafakur dan berkata kepada dirinya, "Amalku ini dilakukan oleh anggota badanku, kemampuanku, dan kehendakku sedangkan semuanya itu bukan dari diriku dan bukan ditujukan kepada diriku melainkan bahwa semua itu adalah ciptaan dan anugerah Allah swt.

Dialah yang menciptakan badan dan nyawaku, Dialah pula yang menciptakan kemampuan dan kehendakku, Dialah yang menggerakkan anggota badanku demikian pula kemampuan dan kehendakku, bagaimana aku dapat membanggakan amalku bahkan membanggakan diriku, sedangkan semuanya itu dari Tuhan Penciptaku ?"


Wallahu a’lam.

read more...

Selasa, 19 Juli 2011

Kebelet Kaya, Lupa Diri !

Alhamdulillah kita kembali akan dipertemukan dengan Ramadhan, sebuah KESEMPATAN EMAS untuk memproses ulang diri kita agar segala noda dosa yang telah kembali berlumuran tanpa kita sadari, dapat kita sucikan dengan usaha maksimal selama sebulan penuh.

Kalo dalam bekerja dan berbisnis untuk sepiring nasi kita mampu banting tulang peras keringat , akankah untuk lolos dari api Neraka dan lulus menjadi Penghuni Istana Sorga kita tidak berusaha LEBIH BERGAIRAH ?

Sahabat, manakah yang lebih menggairahkan wanita cantik n sexy atau Pria tampan n macho ataukah Allah yang maha Indah yang menciptakan kecantikan dan ketampanan itu ? juga yang memiliki Bidadari dan Bidadara yang gak mampu kita bayangkan betapa cantik dan tampannya mereka ?

Manakah yang membuat kita lebih bersemangat panggilan pekerjaan yang menjanjikan keberuntungan yang besar ataukah panggilan Allah yang memiliki segala kekayaan dan membagi-bagikan kepada seluruh hambanya setiap detik ?

Tokoh manakah yang patut dan layak kita teladani, manusia yang meninggikan kecerdasan akalnya dan kekayaannya ataukah Muhammad Rosulullah SAW manusia pilihan Allah SWT yang mampu membimbing dan membina para Sahabatnya menjadi cerdas dan kaya raya dan Ummat di zamannya mencapai puncak kejayaan di mata Dunia.!

Manakah yang lebih menjamin kenyamanan hidup kita masa kini dan kelak, lembaran-lembaran sertifikat property, saham dan investasi yang kita miliki ataukah lembaran-lembaran Surat Cinta ( Al-Qur'an ) dari Sang Kekasih yang berhasil kita simpan di dada dan menyinari kehidupan kita ?

Sahabat, betapa keinginan-keinginan kita untuk sukses menggenggam berbagai jenis kekayaan Duniawi ini seringkali melenakan kita dari menyebut Sang Maha Kaya dan Sang Maha Pemberi, Allah SWT, betapa keindahan, kenikmatan dan kemesraan dengan lawan jenis kita saat ini seringkali melupakan keindahan, kenikmatan dan kemesraan yang tiada tara ketika kita kelak sukses menginjak Istana Sorga kita. Betapa fasilitas-fasilitas yang memanjakan hidup kita membuat kita untuk tidak bersegera memenuhi Panggilan-PanggilanNYA.

Sahabat, Ramadhan akan segera datang, belum tentu tahun depan kita dijinkan menjumpainya, mari kita habis-habisan untuk meraih segala Hadiah yang dijanjikan oleh Allah kepada kita yang PASTI BENAR nya.

Mulai saat ini juga, kita tinggalkan segala bentuk dosa dan maksiat serta kebiasaan-kebiasaan yang kurang berguna bahkan sia-sia :

  • Kita tinggalkan kebiasaan berlama-lama didepan layar TV
  • Buang semua kepingan VCD/DVD serta File-file Video dll yang merusak Ruhiyah kita dan membuang sia-sia waktu produktif kita
  • Jangan sia-siakan kecerdasan kita untuk MENGHAYAL kan hal-hal yang tidak realistis dan memicu NAFSU kita bergolak.
  • Maafkan semua orang yang pernah menyakiti bahkan mendholimi kita, berikan hak-hak orang yang masih tertahan ditangan kita
  • Saatnya kita mendekat erat dengan Sang Kekasih kita Allah SWT, merasakan kasih sayangNYA dan indahnya Surat Cinta dari NYA

Sahabat, kalo orang lain bisa ketagihan rokok bahkan narkoba yang jelas-jelas merusak fisik dan nama baiknya, padahal untuk itu dia harus menguras dalam-dalam kantongnya, mengapa kita tidak bisa ketagihan rukuk da sujud yang jelas-jelas menyehatkan fisik kita dan untuk itu kita dijanjikan balasan yang melimpah ?

Kalo orang lain bisa katagihan Kasmaran dan berselingkuh dengan lawan jenisnya padahal sangat merendahkan kehormatannya dan untuk itu dia harus berbohong dan menilep hak orang lain, mengapa kita tidak mampu ketagihan kasamaran dengan kekasih kita Allah SWT yang mampu memberi kita segala keinginan dan kebutuhan kita ?

Kalo orang lain bisa ketagihan membaca Komik dan Novel Romantis yang jelas-jelas ditulis dengan kedalaman nafsu dan hayalannya, mengapa kita tidak mampu ketagihan membaca 114 Surat Cinta yang sangat romantis yang menjanjikan kebahagiaan dan keselamatan kita saat ini dan Esok ?

Banyak diantara kita yang Ketagihan Kaya bahkan Kebelet kaya, tapi setelah kaya kita tidak mampu ketagihan dan kebelet membagikan kekayaan bahkan lupa dengan yang Maha Kaya yang memberi kekayaan. Seperti orang yang merengek-rengek kepada Nabi karena kebelet kaya, dibawah ini :

Seorang sahabat Nabi yang amat miskin datang pada Nabi sambil mengadukan tekanan ekonomi yg dialaminya. Tsa'labah, nama sahabat tersebut, memohon Nabi untuk berdo'a supaya Allah memberikan rezeki yang banyak kepadanya. Semula Nabi menolak permintaan tersebut sambil menasehati Tsa'labah agar meniru kehidupan Nabi saja. Namun Tsa'labah terus mendesak. Kali ini dia mengemukakan argumen yang sampai kini masih sering kita dengar, "Ya Rasul, bukankah kalau Allah memberikan kekayaan kepadaku, maka aku dapat memberikan kepada setiap orang hak-haknya ".

Nabi kemudian mendo'akan Tsa'labah. Tsa'labah mulai membeli ternak. Ternaknya berkembang pesat sehingga ia harus membangun pertenakakan agak jauh dari Madinah. Seperti bisa diduga, setiap hari ia sibuk mengurus ternaknya. Ia tidak dapat lagi menghadiri shalat jama'ah bersama Rasul di siang hari.

Hari-hari selanjutnya, ternaknya semakin banyak; sehingga semakin sibuk pula Tsa'labah mengurusnya. Kini, ia tidak dapat lagi berjama'ah bersama Rasul. Bahkan menghadiri shalat jum'at dan shalat jama'ahpun tak bisa dilakukan lagi.

Ketika turun perintah zakat, Nabi menugaskan dua orang sahabat untuk menarik zakat dari Tsa'labah. Sayang, Tsa'labah menolak mentah-mentah utusan Nabi itu. Ketika utusan Nabi datang hendak melaporkan kasus Tsa'labah ini, Nabi menyambut utusan itu dengan ucapan beliau, "Celakalah Tsa'labah!" Nabi murka, dan Allah pun murka!

Saat itu turunlah Qs at-Taubah: 75-78

"Dan diantara mereka ada yang telah berikrar kepada Allah, "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh."

Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).

Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai saat ketemuan dengan Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta.

Tidaklah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui yang ghaib?"

Tsa'labah mendengar ada ayat turun mengecam dan mengancam dirinya, ia mulai ketakutan. Segera ia temui Nabi sambil menyerahkan zakatnya. Akan tetapi Nabi menolaknya, "Allah melarang aku menerimanya." Tsa'labah menangis tersedu-sedu.

Setelah Nabi wafat, Tsa'labah menyerahkan zakatnya kepada Abu Bakar, kemudian Umar. tetapi kedua Khalifah itu menolaknya. Tsa'labah meninggal pada masa Utsman.

Dimanakah Ts'alabah sekarang? Jangan-jangan kitalah Tsa'labah-Tsa'labah baru yang dengan linangan air mata memohon agar rezeki Allah turun kepada kita, dan ketika rezeki itu turun, dengan sombongnya kita lupakan ayat-ayat Allah.

Bukankah kita dengan alasan sibuk berbisnis tak lagi sempat sholat lima waktu. Bukankah dengan alasan ada "meeting penting" kita lupakan perintah untuk sholat Jum'at. Bukankah ketika ada yang meminta sedekah dan zakat kita ceramahi mereka dengan cerita bahwa harta yang kita miliki ini hasil kerja keras, siang-malam membanting tulang; bukan turun begitu saja dari langit, lalu mengapa kok orang-orang mau enaknya saja minta sedekah tanpa harus kerja keras.

Bisa jadi kitalah Tsa'labah....Tsa'labah ternyata masih hidup dan "mazhab"-nya masih kita ikuti...

sebuah riwayat yang memuat saran Nabi Muhammad saw (dan belakangan digubah menjadi puisi oleh Taufik ismail), "Bersedekahlah, dan jangan tunggu satu hari nanti di saat engkau ingin bersedekah tetapi orang miskin menolaknya dan mengatakan, "kami tak butuh uangmu, yang kami butuhkan adalah darahmu!"

Dahulu Tsa'labah menangis di depan Nabi yang tak mau menerima zakatnya. Sekarang ditengah kesenjangan sosial di negeri kita, jangan-jangan kita bukan hanya akan menangis namun berlumuran darah ketika orang miskin menolak sedekah dan zakat kita!

Na'udzubillah min dzaalik, so.... pastikan diri bahwa kita bukanlah pengikut madzhab Tsa'labah, abadikan yang tersisa dengan sedekah maka kita bukanlah Tsa'labah

sumber : http://www.rumah-yatim-indonesia.org/
=======
read more...