Kisah berikut ini, merupakan kisah nyata yang terjadi di Malang, yang bisa menjadi bahan inspirasi dan renungan bagi kita. Ada sebuah warung soto di Malang yang sangat laris.Ketika selesai makan, seorang ustadz bertanya kepada pemilik warung. “Pak, warung bapak sangat laris, mengapa tidak buka cabang di tempat lain ?”, tanya ustadz. Pemilik warung menjawab, ”Mengapa harus buka cabang ?”, balik tanya pemilik warung.
”Lho, iya biar bapak dapat uang lebih banyak dan terkenal.”, jawab ustadz. Pemilik warung balik bertanya lagi, ”Kalau punya uang banyak dan terkenal, lalu untuk apa ?”. ”Agar bapak bahagia.”, jawab ustadz.
Pemilik warung dengan enteng berkata, ”Lho, sekarang saya ini sudah bahagia. Saya bisa shalat lima waktu, bisa membayar zakat, dan bisa mengurusi keluarga. Kalau saya punya warung banyak, belum tentu saya bisa begitu. Mungkin, saya lebih sibuk lalu lupa segalanya. Ini bisa membuat saya susah.”
Kemudian ustadz berkata, ”orang ini telah menggunakan akalnya.” Memang sang ustadz tadi hanya ingin mengetes saja orang ini.
Kisah tersebut bisa rekan2 lihat di Buku Mengubah Tidak Mungkin Menjadi Mungkin dari Pak Basuki Subianto.
Sudahkah kita menggunakan akal kita, seperti penjual soto tersebut ?






2 komentar: on "Sekarang saya sudah bahagia"
Kulo nuwun mas..
Salam Kenal..
alhamdulillah...
tulisannya sederhana tp sangat menginspirasi mas..
Wassalam,
-wawan tbh-
Subhanallah...
Karena memang ketika satu pintu dunia itu dibua, maka pintu2 yang lain akan terbuka. dan sifatnya melalaikan kita dari akhirat jika kita tidak berhati-hati
namun jika memang bisa lebih kaya maka tidak ada salahnya kita lebih kaya dari sekarang, karena memang orang kaya lebih lapang dalam beribadah dengan uang-uang yang ada. dia bisa membiayai sekolah anak-anak tidak mampu. dan masih banyak yang bisa dilakukan orang-orang kaya yang tidak lupa diri..
tapi keputusan yang diambil oleh pemilik warung soto di atas diambil berdasarkan perkiraan kemampuan dia dalam beribadah, dia khwatir jika banyak cabang maka akan melalaikan dia dari ibadah..
namun bisa jadi orang lain berpikir. jika buka cabang, maka serahkan cabang tersebut sama orang lain, dan biar kita terima hasil brsihnya saja. jadi kita gak perlu terlalu sibuk. percayakan saja pada seseorang. dan alhamdulillah dengan begitu, berarti kita telah memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain, dan itu ibadah yang sangat besar, dan kita pun tetap bisa menegakkan rukun-rukun agama kita
wallahua'lam
www.bangkit-itu.blogspot.com
Poskan Komentar