<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349</id><updated>2010-07-29T10:43:55.527+07:00</updated><title type='text'>Inspirasi Muslim | Kang Tris</title><subtitle type='html'>Inspirasi muslim, hikmah muslim, kisah hikmah, kang tris</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default?orderby=updated'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;orderby=updated'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>126</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-5064222310853072569</id><published>2010-07-19T11:54:00.004+07:00</published><updated>2010-07-29T10:43:55.537+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Seuntai kejujuran dalam bisnis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/TEPbLS0L1vI/AAAAAAAAAjQ/rK-23ZNRCQA/s1600/kejujuran.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 119px; height: 100px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/TEPbLS0L1vI/AAAAAAAAAjQ/rK-23ZNRCQA/s320/kejujuran.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495476957397898994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu sore, terlihat seorang pemuda datang ke tempat kang Soleh. Dandanannya terlihat sederhana, dengan jean berwarna biru serta berkaos oblong putih. Syahrul nama pemuda itu. Sementara itu, diluar angin semilir mengiringi langkah kaki Syahrul ke tempat kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya hari ini, benar – benar mendapatkan keuntungan yang luar biasa kang.” celoteh Syahrul tiba – tiba, setelah di rumah kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;”Alhamdulillah...., berarti ke sini, mau hitung – hitungan berapa zakat dan shodaqoh yang mau dibayar ya ? tanya kang Soleh, dengan sedikit tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bukan itu ... maksud saya kang ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” O... kirain itu, lalu apa ?” tanya kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Saya sehari – hari, sebagaimana kang Soleh ketahui kan jualan mobil bekas, sudah menjadi rahasia umum dalam jual beli mobil bekas, terkadang kejujuran menjadi hal yang sangat jauh diterapkan dalam bisnis mobil.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Ehm......” sergah kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Sayapun mengakui, kadang – kadang mobil jelek dibilang bagus ke konsumen, demi meyakinkan untuk membeli, apalagi kalau yang beli tidak tahu detil mobil. Bahkan untuk mengakali konsumenpun kilometer disetel mundur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maksudnya ?” sergah kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Yaitu kang, umpamanya kilometer sebenarnya sudah seratus ribu, disetel menjadi lima puluh ribu, jadi kan bilang ke konsumen mobil ini baru dipakai lima puluh ribu bukan seratus ribu.” jawab Syahrul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Solehpun terlihat manggut – manggut, baru mengerti kalau di dunia jual beli mobil bekas namanya kilometer bisa disetel ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Nah, hari ini saya ketemu orang yang main jual beli mobil bekas, tapi kejujuran diutamakan, dia tidak mau merubah – ubah kilometer mobil yang diperjual belikan. Karena dia tahu konsumen kurang minat membeli mobil yang kilometernya tinggi, iapun memilih membeli mobil yang kilometernya masih rendah, dibanding ia harus memanipulasi kilometer mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu kang, perilakunyapun menurut saya lebih soleh dibanding pemain mobil yang lain, prinsip yang ia terapkan ketika menjual mobil tak hanya mencari keuntungan dari jual beli mobil, namun lebih jauh daripada itu, ia berusaha memberikan kenyamanan, kemudahan dilandasi kejujuran kepada konsumen.” Ini sebenarnya maksud saya kang, hari ini saya mendapatkan keuntungan luar biasa, karena saya bertemu orang yang masih mengutamakan &lt;a href="http://www.kangtris.com/2010/07/seuntai-kejujuran-dalam-bisnis.html"&gt;kejujuran&lt;/a&gt;, padahal dalam lingkungan yang penuh dengan ketidakjujuran.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penuturan Syahrul, kang Solehpun terlihat tersenyum lebar, kemudian berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Alhamdulillah, semoga kamu oleh Allah akan dipertemukan dengan orang – orang yang disayang sama gusti Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga orang yang kamu temui itu, sedang melaksanakan sebagian dari etika bisnis sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW, bahwa kejujuran merupakan syarat fundamental dalam kegiatan bisnis. Rasulullah sangat intens menganjurkan kejujuran dalam aktivitas bisnis, beliau pernah bersabda, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Tidak dibenarkan seorang muslim menjual satu jualan yang mempunyai aib, kecuali ia menjelaskan aibnya”&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, orang itu mempunyai kesadaran tentang signifikansi sosial kegiatan bisnis. Pelaku bisnis, tidak hanya sekedar mengejar keuntungan sebanyak-banyaknya, sebagaimana yang diajarkan Bapak ekonomi kapitalis, Adam Smith, tetapi juga berorientasi kepada sikap ta’awun (menolong orang lain) sebagai implikasi sosial kegiatan bisnis. Tegasnya, berbisnis, bukan mencari untung material semata, tetapi didasari kesadaran memberi kemudahan bagi orang lain dengan menjual barang.”&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'alam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-5064222310853072569?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/5064222310853072569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/07/seuntai-kejujuran-dalam-bisnis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/5064222310853072569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/5064222310853072569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/07/seuntai-kejujuran-dalam-bisnis.html' title='Seuntai kejujuran dalam bisnis'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/TEPbLS0L1vI/AAAAAAAAAjQ/rK-23ZNRCQA/s72-c/kejujuran.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-1237375873503431535</id><published>2010-07-13T15:12:00.007+07:00</published><updated>2010-07-13T15:32:46.208+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ebook'/><title type='text'>Menuju Hati Yang Khusu'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/TDwhEkIzi4I/AAAAAAAAAjI/db99tLbq9jg/s1600/Hatikhusu.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 128px; height: 73px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/TDwhEkIzi4I/AAAAAAAAAjI/db99tLbq9jg/s320/Hatikhusu.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493302007788964738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Manusia yang hatinya&lt;a href="http://www.kangtris.com/2010/07/menuju-hati-yang-khusu.html"&gt; paling khusu&lt;/a&gt;’, tentunya tidak ada lagi, kecuali hanya Rasulullah saw. Karena Beliau adalah orang yang paling kenal (ma’rifat) dan paling mencintai Allah Ta’ala, sehingga beliau paling yakin terhadap apa-apa yang dijanjikan Allah Ta’ala melalui firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, baru orang-orang yang telah berhasil mengikuti Beliau dengan baik. Baik ilmu, amal, perjuangan, terutama pelaksanaan akhlak yang mulia (akhlakul karimah). Mereka itu adalah para Keluarga (ahlu baitin nabi), Kerabat, Sahabat dan pengikut pengikut yang setia, kemudian orang-orang yang mengikuti pengikut-pengikut tersebut dengan baik sampai hari kiamat. Sesuai dengan kemampuan mereka mengikuti Baginda Nabi saw., mereka adalah orang yang hatinya paling khusu’ diantara orang - orang yang ada di sekitarnya. Yang demikian itu, karena Rasulullah saw. adalah “Uswatun hasanah”(suri tauladan yang baik). Allah Ta’ala telah menegaskan dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.(QS.al-Ahzab : 21)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud ayat, untuk mampu menjadikan Rasul Muhammad saw. sebagai suri tauladan yang baik, syaratnya, terlebih dahulu orang tersebut harus mempunyai tiga pilihan hidup. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pertama, “yarjullah”&lt;/span&gt;, yaitu orang yang tujuan hidupnya hanya berharap mendapatkan ridho Allah semata, bukan karena ingin masuk surga maupun takut neraka. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua, “wal yaumal akhir”,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yaitu orang yang orientasi hidupnya hanya mengharapkan kebahagiaan hari akhirat, yaitu ingin masuk surga dan selamat dari neraka. Dan yang &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;ketiga, “wadzakarollaha katsiroh”&lt;/span&gt;, yaitu orang yang banyak berdzikir kepada Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, yang dimaksud orang yang hatinya khusu’ itu adalah orang yang orientasi hidupnya hanya untuk mengabdi kepada Allah Ta’ala, baik semata mengharap ridho Allah Ta’ala maupun kebahagian hidup di surga. Sebabnya, merekalah orang yang hatinya telah yakin, bahwa apapun yang diperbuatnya, baik urusan dunia terlebih urusan akhirat, kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Ta’ala, baik dengan siksa di neraka maupun dengan kebahagiaan di surga. Allah Ta’ala menegaskan yang demikian itu dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`, - (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”.(QS. al-Baqoroh : 45-46).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“al-ladziina yadhunnuuna”&lt;/span&gt; (orang-orang yang menyangka) adalah orang-orang yang hatinya telah yakin bahwa mereka akan menjumpai Allah Ta’ala. Maksud ayat, orang-orang yang hatinya khusu’ itu adalah orang yang yakin akan menjumpai Allah, baik dengan wushul (interaksi secara ruhaniyah) melalui ibadah yang sedang dilakukannya saat itu, juga dengan pahala amal ibadah itu nantinya di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak demikian, mereka yakin bahwa kelak akan dikembalikan kepada-Nya untuk menerima pahala ibadah dengan surga atau mempertanggung-jawabkan dosanya dengan siksa neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membaca lebih lengkap silahkan download ebook "Menuju Hati Khusu’" karya Bapak Muhammad Luthfi Ghozali, dengan &lt;a href="http://rapidshare.com/files/406669299/menuju-hati-khusu-kop1.pdf"&gt;klik disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk &lt;a href="http://www.facebook.com/malfiali"&gt;Abah&lt;/a&gt;, matur nuwun mengijinkan buku ini untuk dishare.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-1237375873503431535?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/1237375873503431535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/07/menuju-hati-yang-khusu.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/1237375873503431535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/1237375873503431535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/07/menuju-hati-yang-khusu.html' title='Menuju Hati Yang Khusu&apos;'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/TDwhEkIzi4I/AAAAAAAAAjI/db99tLbq9jg/s72-c/Hatikhusu.png' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-708688875209246189</id><published>2008-12-23T08:10:00.013+07:00</published><updated>2010-07-13T12:04:58.786+07:00</updated><title type='text'>Kontak</title><content type='html'>&lt;script src="http://www.jotform.com/jsform/1723432240"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-708688875209246189?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/708688875209246189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2008/12/kontak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/708688875209246189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/708688875209246189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2008/12/kontak.html' title='Kontak'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-3150844405762819277</id><published>2008-12-29T18:06:00.006+07:00</published><updated>2010-07-13T11:58:42.878+07:00</updated><title type='text'>Terima Kasih</title><content type='html'>Terima kasih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Email anda sudah saya terima, saya akan berusaha membalas secepatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-3150844405762819277?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/3150844405762819277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2008/12/terima-kasih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/3150844405762819277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/3150844405762819277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2008/12/terima-kasih.html' title='Terima Kasih'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-6558860060517090782</id><published>2008-12-22T15:52:00.012+07:00</published><updated>2010-07-13T11:35:49.587+07:00</updated><title type='text'>Tukar Link</title><content type='html'>Bagi rekan - rekan yang ingin tukar link dengan saya, silahkan hubungi saya via &lt;a href="http://www.kangtris.com/2008/12/kontak.html"&gt;kontak&lt;/a&gt;, atau isi di shoutmix. Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Teman :&lt;br /&gt;&gt; &lt;a href="http://quantumillahi.wordpress.com/" target="”_blank”"&gt;Quantum Illahi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&gt; &lt;a href="http://www.kitabklasik.co.cc/" target="”_blank”"&gt;Kitab Klasik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&gt; &lt;a href="http://sabarya.blogspot.com/" target="”_blank”"&gt;Cinta Hakiki&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&gt; &lt;a href="http://dridzy.blogspot.com/" target="”_blank”"&gt;Inspirasi Hidupku&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&gt; &lt;a href="http://harimulya.com/" target="”_blank”"&gt;Hari Mulya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&gt; &lt;a href="http://nadahima2.blogspot.com/" target="”_blank”"&gt;Nada&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&gt; &lt;a href="http://tutorial-for.blogspot.com/" target="”_blank”"&gt;Blogging Tutorial&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&gt; &lt;a href="http://kacong.co.cc/" target="”_blank”"&gt;Tips dan Trik Komputer&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&gt; &lt;a href="http://www.ramzhc.co.tv/" target="”_blank”"&gt;Ramz Blog&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&gt; &lt;a href="http://www.bisnis-ontime.com/" target="”_blank”"&gt;BisnisOntime&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&gt; &lt;a href="http://sangmilyader.blogspot.com/" target="”_blank”"&gt;Sang Milyader&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&gt; &lt;a href="http://belajarnge.blogspot.com/" target="”_blank”"&gt;Belajarngeblogspot&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&gt; &lt;a href="http://www.imanez.net/" target="”_blank”"&gt;Imanez&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&gt; &lt;a href="http://fisikaunlam.blogspot.com/" target="”_blank”"&gt;Pariadi Blog&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&gt; &lt;a href="http://thetruth-reveals.blogspot.com/"&gt;Find the Truth&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-6558860060517090782?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/6558860060517090782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2008/12/tukar-link.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/6558860060517090782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/6558860060517090782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2008/12/tukar-link.html' title='Tukar Link'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-2544807582887530870</id><published>2010-06-24T17:03:00.005+07:00</published><updated>2010-06-24T17:13:52.833+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Dua gelas teh manis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/TCMupUJV1XI/AAAAAAAAAiA/jj4SaRMIEtA/s1600/manisibadah.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 119px; height: 100px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/TCMupUJV1XI/AAAAAAAAAiA/jj4SaRMIEtA/s320/manisibadah.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486280058384799090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu petang selepas shalat Isya, seseorang datang ke tempat kang Soleh. Pakaiannya rapi, di saku bajunyapun terselip sebuah pulpen parker. Sorot matanya tajam, walau dibalut kaca mata minus. Kedatangannya ke tempat kang Soleh hanya ingin berkonsultasi tentang &lt;a href="http://www.kangtris.com/2010/06/dua-gelas-teh-manis.html"&gt;merasakan manisnya ibadah&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berbasa – basi, orang itupun mulai bertanya kepada kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Maaf nih kang, saya sudah bertanya ke beberapa orang tentang suatu hal, yang menurut saya, sulit untuk difahami oleh saya. Penjelasan yang diberikan oleh orang – orang yang saya ajak bicara, hanya bersifat verbal dan sulit difahami oleh akal sehat saya” celoteh orang itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;”Lo... kalau sampeyan, sudah bertanya ke beberapa orang mengapa masih tanya kepada saya ?” jawab kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nah... justru saya tidak menemukan jawaban yang memuaskan, makanya saya ingin bertanya kepada kang Soleh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jadi... apa nih, masalah sebenarnya ?”, tanya kang Soleh sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Merasakan manisnya ibadah kang  ..... ” celetuk orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lo... itu sudah jelas, tidak sedikit dalil yang menerangkan tentang manisnya ibadah.”  jawab kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Justru itu kang, saya dibuat pusing....... sekarang logikanya begini kang, bagaimana mungkin ibadah kok terasa manis ? kalau maksiat dibilang manis, itu masuk logika kang.” sergah orang itu.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam – diam kang Soleh mulai mengetahui arah pembicaraan orang yang ada di depannya. Dari bibirnyapun terdengar lirih lantunan istighfar.  Sementara kang Soleh masih terdiam, orang itupun berkata lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Sekarang begini kang, seumpama saya bekerja di sebuah perusahaan sebagai kepala bagian purchasing, otomatis semua vendor – vendor yang ingin memasukkan barang ke tempat perusahaan saya bekerja, keputusannya ada di tangan saya. Nah, di posisi yang seperti ini kang, bukankah korupsi merupakan hal yang manis ? dan saya pun yakin banyak orang yang mengidam – idamkann posisi seperti yang saya tempati. Kenapa ? karena posisi basah kang, kenapa basah ? ya ... karena banyak sumber uang yang bisa dikorupsi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ocehan orang itu, kang Solehpun masih terdiam. Melihat diamnya kang Soleh orang itupun kembali melanjutkan bicaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Terus sekarang kan lagi ramai – ramainya piala dunia kang, sudah menjadi tren khususnya di kota – kota, ada acara nonton bareng piala dunia. Nah... biar lebih jreng ada juga yang pakai taruhan, biar lebih semangat... kalau jagoannya menang, selain senang, masih ada bonusnya kang... yakni dapat uang taruhan, yang begini ... nih... kan manis namanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ada juga yang tidak kalah hebohnya kang sekarang, ”video porno mirip artis”, yang ini nih kang... dari bos sampai cleaning service berebut ikutan nonton, apalagi begitu maraknya pemberitaan sehingga memancing rasa keingintahuan khalayak, termasuk anak – anak SD kang ?  masak mau dilarang melihat video itu ?”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian, orang itu terlihat mengakhiri pembicaraannya. Kang Solehpun masih terdiam termangu – mangu mendengar penuturan orang itu. Dalam lubuh hati yang terdalam kang Soleh berkata, ”orang seperti ini belum tentu terbuka hatinya, bila dijawab langsung dengan menukil ayat – ayat Al Qur’an ataupun Al Hadits, bagi dia hanya jawaban yang masuk logika yang bisa ia terima.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Sudah, hanya itu ceritanya ?” mendadak kang Soleh bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya itu kang, realita yang ada sekarang... yang membuat saya tidak bisa mengerti, dan memahami, ”merasakan manisnya ibadah.” jawab orang itu.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terdiam sebentar, sesaat kemudian kang Soleh berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;” Mau minum kopi atau teh manis, ni ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Teh manis, saja kang..... kalau tidak merepotkan”, jawab orang itu.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian, kang Solehpun meminta isterinya membuatkan dua gelas teh manis untuk dirinya dan orang itu. Setelah sama – sama meminum, kang Soleh berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;” Teh ini.... rasanya manis ya ? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Ya ... iya lah kang, wong pakai gula... ya jelas manis rasanya.” jawab orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Tapi, ada juga lo.... orang yang tidak bisa merasakan manisnya gula ?” balas kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ga mungkin kang.... sudah dari sononya gula rasanya manis, mau bodoh, mau pinter, mau pejabat, mau pengemis.... kalau minum pakai campuran gula...jelas rasanya manis.” jawab orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Orang yang sedang sakit............” jawab kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itupun tersenyum .... mendengar jawaban kang Soleh. Sesaat kemudian kang Soleh melanjutkan kata – katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Orang yang sedang sakit, tidak bisa merasakan manisnya gula. Terlepas yang sakit oranga bodoh, orang pinter, pejabat, pengemis, di saat sedang sakit, gula yang sejatinya rasanya manis terasa pahit di lidah orang sakit itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Rasa pahit yang ia rasakan, bukan karena gula tidak manis rasanya, namun karena ia sedang dalam keadaan sakit...., ia tidak bisa merasakan manisnya gula.... melainkan pahit, walaupun rasa gula yang sesungguhnya rasanya manis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Orang yang sakit, bisa kembali merasakan manisnya rasa gula, ketika ia sudah menjadi sehat. Ia bisa menjadi sehat dikala penyakit – penyakit dalam tubuhnya sudah diobati dengan obat yang sesuai untuk penyakitnya, serta ditangani oleh dokter yang memang ahli mengobati penyakit tersebut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Di saat sakitnya telah sembuh, dan sehatnya telah kembali, maka orang tersebut ketika meminum teh manis... bukan lagi pahit yang ia rasakan seperti rasa saat sakit, melainkan manis yang ia rasakan sebagaimana rasa yang dialami oleh orang – orang sehat lainnya.” &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penuturan dari kang Soleh, wajah orang itu sedikit kelihatan pucat....diam – diam, ia mulai sedikit memahami pembicaraan kang Soleh. Setelah menghela nafas, untaian kalimat meluncur dari kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”&lt;a href="http://www.kangtris.com/2010/04/mengapa-hati-menghitam.html"&gt;Orang yang hatinya mengidap penyakit&lt;/a&gt; tidak akan bisa merasakan manisnya ibadah, walaupun dijelaskan dengan penjelasan panjang lebarpun tidak akan bisa menerimanya, sebagaimana orang yang sedang sakit tidak bisa merasakan manisnya gula, walaupun dijelaskan secara ilmiah tentang zat pemanis yang terkandung di dalam gula.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Orang bisa merasakan manisnya ibadah, dikala penyakit – penyakit di hatinya telah terobati, serta ditangani oleh guru pembimbing yang sempurna sebagaimana ditangani oleh dokter – dokter ahli”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Begitu mutlaknya guru pembimbing, karena hanya dengan bimbingannyalah kita mengetahui jenis – jenis penyakit yang ada dalam hati kita, sebagaimana seorang dokter lebih mengetahui jenis penyakit yang diderita oleh tubuh kita, dibanding diri kita sendiri yang penuh kebodohan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Orang – orang yang sakit hatinya, walaupun sedang beribadah di hamparan permadani Rabbani dan berhadapan secara langsung secara hakiki dengan Allah SWT, tidak bisa merasakan manisnya sebuah ibadah, padahal &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allah sudah sangat dekat dan bahkan lebih dekat dari urat lehernya sendiri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-2544807582887530870?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/2544807582887530870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/06/dua-gelas-teh-manis.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/2544807582887530870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/2544807582887530870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/06/dua-gelas-teh-manis.html' title='Dua gelas teh manis'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/TCMupUJV1XI/AAAAAAAAAiA/jj4SaRMIEtA/s72-c/manisibadah.png' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-2185786457640229708</id><published>2010-04-17T16:49:00.004+07:00</published><updated>2010-04-17T16:54:58.956+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Membuat do'a anak tertolak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/S8mE5sBYXVI/AAAAAAAAAhw/D-4DXM6JuYY/s1600/doanaktertolak.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 119px; height: 100px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/S8mE5sBYXVI/AAAAAAAAAhw/D-4DXM6JuYY/s320/doanaktertolak.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461042149767798098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Melihat maraknya pemberitaan tentang makelar kasus di televisi yang ujung – ujungnya tentang korupsi dan penggunaan uang haram lainnya, kang Soleh berkata kepada rekannya dalam sebuah obrolan petang sehabis shalat isya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kasihan ya anak – anak markus itu ?” celoteh kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lo kok, kasihan anak-anaknya kang ? Justru mereka berbuat seperti itu untuk membahagiakan isteri dan anak – anak mereka.” Jawab rekannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah itu masalahnya. Mereka menganggap berbuat kebaikan untuk isteri dan anaknya padahal justru kebalikannya yang terjadi.” Jawab kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Begini kang, mereka berbuat itu kan bisa bertobat ? dan di sisi lain mereka punya bekal untuk anak – anak mereka dalam beribadah dengan uang yang begitu banyak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu mulai menyela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar orang itu menyela, kang Soleh melanjutkan pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Syekh ‘Athiyah pernah berkomentar “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;orang tua semacam itu secara sengaja membuat ibadah dan &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.kangtris.com/2010/04/membuat-doa-anak-tertolak.html"&gt;doa anak – anaknya tertolak&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;. Sebab ia menjadikan tubuh mereka tumbuh dari harta yang haram&lt;/span&gt;”. Rasulullah SAW juga pernah mengingatkan, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Demi zat yang menguasai diriku, jika seseorang mengonsumsi harta yang haram, maka tidak akan diterima amal ibadahnya selama 40 hari&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar uraian kang Soleh, orang itupun terdiam. Iapun diam – diam mulai menghitung dan bertanya kepada dirinya sendiri, sebenarnya ia telah menumbuhkan daging haram dalam tubuh anak dan isterinya atau daging halal ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-2185786457640229708?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/2185786457640229708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/04/membuat-doa-anak-tertolak.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/2185786457640229708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/2185786457640229708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/04/membuat-doa-anak-tertolak.html' title='Membuat do&apos;a anak tertolak'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/S8mE5sBYXVI/AAAAAAAAAhw/D-4DXM6JuYY/s72-c/doanaktertolak.png' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-758641063341991824</id><published>2010-04-17T16:40:00.003+07:00</published><updated>2010-04-17T16:46:25.218+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Mengapa hati menghitam ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/S8mC32QD89I/AAAAAAAAAho/yov_Y5twkhk/s1600/hatihitam.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 119px; height: 100px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/S8mC32QD89I/AAAAAAAAAho/yov_Y5twkhk/s320/hatihitam.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461039919130735570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Akhir – akhir ini mengapa saya berat  beribadah ya kang ?” tanya seseorang kepada kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Rasa berat dalam beribadahmu itu karena perbuatan dosa.” Jawab kang Soleh pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lo kok bisa kang ?, saya merasa nggak melakukan perbuatan maksiat kok, biasa – biasa saja.” tanya orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Justru karena kamu merasa seperti itu, itu salah satu tanda kamu tidak rendah hati. Orang yang tidak rendah hati, biasanya kurang bisa mengevaluasi diri sendiri. “ celoteh kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mendengar uraian kang Soleh, orang itupun sedikit mengernyutkan dahinya, dalam hatinya berbisik, “masa sih ?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian, kang Soleh berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Perbuatan dosa menyebabkan hitamnya hati.  Tanda hitamnya seseorang adalah tidak takut dan terkejut mengerjakan perbuatan dosa, serta tidak merasakan manisnya mengerjakan taat, dan kebal nasihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kahmas bin Hasan pernah berkata, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku pernah melakukan perbuatan satu dosa, lalu menyesal dan menangis selama empat puluh tahun.&lt;/span&gt; “ Orang bertanya, “Apakah dosa itu ya Abu Kahmas?” Jawabnya, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pada suatu hari aku kedatangan seorang tamu, lalu aku membeli ikan goreng untuk menjamunya. Setelah tamu itu selesai makan, untuk membersihkan aku ambilkan segumpal tanah milik tetanggaku tanpa seizing empunya.” &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kisah kang Soleh, orang itupun mulai tertunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masih merasa nggak punya dosa ?” tanya kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan nggak punya dosa kang, saya nggak bisa melihat dosa – dosa saya.” Jawabnya trenyuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itulah mengapa &lt;a href="http://www.kangtris.com/2010/04/mengapa-hati-menghitam.html"&gt;hati bisa menghitam&lt;/a&gt;.” Jawab kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-758641063341991824?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/758641063341991824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/04/mengapa-hati-menghitam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/758641063341991824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/758641063341991824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/04/mengapa-hati-menghitam.html' title='Mengapa hati menghitam ?'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/S8mC32QD89I/AAAAAAAAAho/yov_Y5twkhk/s72-c/hatihitam.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-6436931295986748203</id><published>2010-03-30T08:28:00.003+07:00</published><updated>2010-03-30T08:33:08.120+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Indahnya Memaafkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/S7FUK0ylrdI/AAAAAAAAAhY/BGRfyX5GgKg/s1600/059.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/S7FUK0ylrdI/AAAAAAAAAhY/BGRfyX5GgKg/s320/059.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454233168668634578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selepas sholat isya, terlihat seseorang di ruang tamu kang Ilyas. Raut muka yang kusut dan sedikit memerah tak bisa ia sembunyikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah tiga hari ini, saya susah sekali tidur kang ? ” keluh orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Dikejar – kejar tagihan kartu kredit ya ?” sergah kang Ilyas sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Bukan kang..... bukan. Saya sedang sakit hati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Sampeyan kayak anak muda yang sedang jatuh cinta, pakai sakit hati segala....” celetuk kang Ilyas.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;” Karyawan saya, yang saya percaya hampir – hampir 100 %, ternyata menyalahgunakan kepercayaan saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Maksudnya ?” tanya kang Ilyas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Ia pakai uang perusahaan sepuluh juta untuk keperluan kuliah anaknya. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Jadi, gara – gara sepuluh juta, sampeyan susah tidur begitu ?” tanya kang Ilyas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Bukan sepuluh juta kang yang bikin sakit hati, tapi merasa dikhianati oleh anak buah yang saya percaya betul... itu yang lebih mahal. ” jawab orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Jadi, sampeyan kepingin ga sakit hati biar tidur  tidak susah, begitu ?” tanya kang Ilyas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Iya. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Gampang, &lt;a href="http://www.kangtris.com/2010/03/indahnya-memaafkan.html"&gt;maafkan saja anak buah sampeyan&lt;/a&gt;...setelah sampeyan bisa memaafkan, suruh anak buah sampeyan bayar uang yang telah ia pakai.” jawab kang Ilyas..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Lho kok, memaafkan dulu.... bukan suruh anak buah saya, bayar dulu ? tanya orang itu.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;” Dengan memaafkan, kesehatan bisa lebih baik. Para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress (tekanan jiwa), susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Mendengar uraian kang Ilyas, orang itupun terdiam. Sesaat kemudian kang Ilyas terlihat berkata,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;” Suat saat ketika Rasulullah saw sedang duduk – duduk bersama sahabatnya, Rasulullah saw bersabda, “Sebentar lagi, salah satu ahli surga akan muncul di hadapan kalian.” Tak lama, seorang laki-laki dari kaum Anshar muncul dengan sisa air wudhu masih menetes dari janggutnya. Ia menenteng terompah di tangan kirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berikutnya, Rasulullah mengulang perkataannya dan orang itu kembali melintas seperti pada kali pertama. Di hari ketiga, Rasulullah mengulang perkataannya, dan kejadian itu kembali terulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan Rasulullah, Abdullah bin Amr mengikuti lelaki yang dimaksud Rasulullah lalu berkata kepadanya, “Aku bertengkar dengan ayahku, aku tidak akan menemuinya tiga hari, apakah engkau berkenan memberiku tempat menginap?” lelaki itu menjawab, “Silahkan, dengan senang hati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Amr pun menginap di rumah lelaki itu hingga tiga malam berlalu dan Abdullah belum melihat dari laki-laki itu melakukan amal yang disebut sebagai penghuni surga. Sehingga Abdullah memberanikan diri bertanya, “Sudah tiga hari disini, aku tidak melihatmu mengerjakan amal yang membanggakan. Mengapa Rasul menyebutmu sebagai salah satu calon penghuni surga?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu menjawab, “Aku memang tidak melakukan amalan-amalan yang istimewa, tetapi sebelum tidur, aku mengingat kesalahan-kesalahan saudaraku seiman, lalu aku berusaha untuk memaafkannya. Aku hilangkan rasa dengki dan iri terhadap karunia Allah yang diberikan kepada saudaraku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar itu, Abdullah berkata, “Ya, itulah yang menyebabkan engkau disebut sebagai calon penghuni surga.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kisah dari Kang Ilyas, orang itupun terlihat mengambil nafas dalam – dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-6436931295986748203?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/6436931295986748203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/03/indahnya-memaafkan.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/6436931295986748203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/6436931295986748203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/03/indahnya-memaafkan.html' title='Indahnya Memaafkan'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/S7FUK0ylrdI/AAAAAAAAAhY/BGRfyX5GgKg/s72-c/059.png' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-5840800149925352590</id><published>2010-02-17T14:34:00.001+07:00</published><updated>2010-02-17T16:59:13.485+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syukur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Setiap langkah syukur, terdapat kedamaian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SpZiNB1O3PI/AAAAAAAAASk/OsxyPeEkTuQ/s1600-h/050.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 100px; FLOAT: left; HEIGHT: 119px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374591181282794738" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SpZiNB1O3PI/AAAAAAAAASk/OsxyPeEkTuQ/s320/050.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam sebuah perjalanan ke luar kota, terdengar obrolan di dalam kendaraan yang ditumpanginya. Sebut saja yang satu kang Badrun dan yang lain kang Parto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Capek sekali pakai mobil ini ya… udah AC ga double, joknya sempit lagi.” Celoteh kang Badrun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“namanya juga Avanza E to kang…., kalo pengin yang agak halus, suspensi enak ya minimal Innova gitu…..&lt;a href="http://www.kangtris.com/2009/11/syukuri-apa-yang-ada.html"&gt;syukuri saja apa yang ada&lt;/a&gt;.” jawab kang Parto.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perjalananpun terus berlanjut, kang Badrunpun terus menerus menggerutu dan mencela sampai – sampai waktu berjalan seolah begitu lama, sementara kang Parto malahan asyik mendengarkan siaran radio, sambil berdendang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah jalan yang lurus dan lengang, tiba – tiba sebuah truk dari belakang menyalip kendaraan yang ditumpanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tet….tet…..” suara klakson truk memberi aba – aba, mobil avanza yang ditumpanginyapun memberi kesempatan kepada truk itu untuk melintas mendahului. Namun belum hilang kaget dari suara klakson, ternyata ada yang membuat lebih terkaget – kaget lagi. Di atas truk bukannya, muatan sembako atau hewan sapi yang sering terlihat, namun…..ibu - ibu yang pulang dari pengajian di sebuah kampung, sedang mendendangkan beberapa sholawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raut wajah ibu – ibupun tidak menampakkan rasa khawatir, padahal angin besar menerpa sebagian tubuhnya, ancaman masuk angin dan bisingnya suara truk seolah ia tidak dengarkan. Yang terlihat malahan, berdendang ria menikmati sholawatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Guebleg……” celetuk kang Badrun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ yang gebleg apanya to ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaitu ibu – ibu, masa bisa – bisanya nyanyi diatas truk ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Apa ga gebleg sampean kang ?, mereka yang ga pakai AC, tempat dudukpun ga ada, masih bisa mendendangkan sholawat….la kok sampean yang pakai AC, ada tempat duduk empuk, kok mendendangkan gerutuan, berasyik ria dengan keluh kesah ?” Tanya kang Parto.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Mendengar celotehan kang Parto, muka kang Badrunpun terlihat pucat… tiba-tiba terlihat mau marah, namun sesaat kemudian terlihat menahannya, hingga akhirnya iapun tertunduk malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-5840800149925352590?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/5840800149925352590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/02/setiap-langkah-syukur-terdapat.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/5840800149925352590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/5840800149925352590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/02/setiap-langkah-syukur-terdapat.html' title='Setiap langkah syukur, terdapat kedamaian'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SpZiNB1O3PI/AAAAAAAAASk/OsxyPeEkTuQ/s72-c/050.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-4092560542851345584</id><published>2010-01-29T09:44:00.003+07:00</published><updated>2010-01-29T10:00:07.502+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><title type='text'>Al Qur’an Online</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SUeAw7dujOI/AAAAAAAAAD0/iSe7hlROa3s/s1600-h/quran3d.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SUeAw7dujOI/AAAAAAAAAD0/iSe7hlROa3s/s320/quran3d.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280330666199649506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dulu sebelum era digital berkembang seperti sekarang ini, membaca Al Qur’an disuguhi berbagai bentuk mushaf yang beragam. Kemajuan tehnologipun berkembang, berkembang berbagai software untuk aplikasi Al Qur’an baik untuk komputer maupun mobile. Saya masih ingat &lt;a href="http://www.kangtris.com/2008/12/al-quran-digital-ver-21.html"&gt;Al Qur’an Digital&lt;/a&gt; dalam bentuk help file, sebuah aplikasi Al Quran dilengkapi terjemah dan asbabun nuzul. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ada juga &lt;a href="http://www.kangtris.com/2008/12/plugins-al-quran-di-ms-word.html"&gt;Qur’an in Word&lt;/a&gt;, sebuah aplikasi yang memudahkan kita menyisipkan ayat-ayat Al Qur’an dalam Word. Nah seiring perkembangan, saat ini muncul berbagai aplikasi Al Qur’an versi online, tanpa perlu mendownload, inilah berbagai versi &lt;a href="http://www.kangtris.com/2010/01/al-quran-online.html"&gt;Al Qur’an Online&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah, aplikasi Qur’an Online yang bisa rekan – rekan gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Qur’an Flash&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuka aplikasi Qur’an Flash, sungguh menyenangkan. Aplikasi online ini, mirip dengan software &lt;a href="http://www.kangtris.com/2008/12/al-quran-3-dimensi.html"&gt;Al Quran 3 Dimensi&lt;/a&gt;. Kita seolah – olah melihat mushaf Al Qur’an di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara menggunakan sangat mudah, setelah masuk ke website Qur’anFlash, kemudian kita klik, lalu akan dibawa ke sebuah tampilan mushaf al Qur’an, kemudian kita klik lembaran – lembaran mushaf kita geser ke kanan, otomatis membuka lembaran – lembaran ke kanan. Sebaliknya begitu kita geser mouse ke kiri, seolah kita menutup lembaran demi lembaran ke kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan langsung menuju ke &lt;a href="http://www.quranflash.com/"&gt;Qur’an Flash&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al Qur’an Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi Al Quran ini, terhitung lengkap. Di aplikasi online ini, kita juga disuguhi terjemah Al Qur’an, serta asbabun nuzul. Selain itu kita juga bisa mendengarkan secara online alunan ayat suci Al Qur’an yang kita pilih. Namun itu belum cukup, alunan al Qur’an tersebut juga diberikan fasilitas untuk download.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan menuju ke &lt;a href="http://www.alquran-indonesia.com/index.php?option=com_quran&amp;amp;Itemid=88"&gt;Al Qur’an Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dudung.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan – rekan mungkin tidak asing dengan situs ini dudung.net, di situs ini disediakan juga aplikasi online untuk Al Qur’an. Tampilan menurut saya sederhana namun menarik. Disitu kita bisa menampilkan tulisan Al Qur’an dan terjemahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan langsung menuju ke &lt;a href="http://www.dudung.net/quran"&gt;dudung.net&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Quranic Audio&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di situs ini disediakan tempat untuk mendengarkan dan mendownload alunan ayat – ayat suci Al Qur’an.  Lebih dari 40 Qori dan rekan – rekan bisa memilihnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan menuju ke &lt;a href="http://quranicaudio.com/quran/index.php"&gt;quranicaudio&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali rekan – rekan ada yang mau menambahkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-4092560542851345584?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/4092560542851345584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/01/al-quran-online.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/4092560542851345584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/4092560542851345584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/01/al-quran-online.html' title='Al Qur’an Online'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SUeAw7dujOI/AAAAAAAAAD0/iSe7hlROa3s/s72-c/quran3d.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-4021366994437877819</id><published>2010-01-25T17:29:00.003+07:00</published><updated>2010-01-25T17:37:01.445+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Cahaya Ilahi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Sm5ZqfhSDcI/AAAAAAAAAO4/LyEWp77aVUE/s1600-h/cahaya.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Sm5ZqfhSDcI/AAAAAAAAAO4/LyEWp77aVUE/s320/cahaya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363322792795311554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Cahaya Ilahi sebuah tulisan yang menurut saya sangat mencerahkan, menggugah kesadaran diri tentang hati ini. Sebuah kalimat kunci yang saya ingat adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“kalbu kita semua adalah Rumah Allah, jangan diisi dengan segala hal selain Allah. Soal-soal dunia, jangan dimasukkan dalam hati. Semua itu cukup urusan akal dan pikiran saja.”&lt;/span&gt; Dengan begitu, hati akan siap menerima pancaran &lt;a href="http://www.kangtris.com/2010/01/cahaya-ilahi.html"&gt;cahaya Ilahi&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini merupakan tulisan Bapak KH. Muhammad Luqman Hakim, seorang sufiolog dan Pemimpin Redaksi Majalah Cahaya Sufi di Jakarta. Berikut tulisan lengkapnya :&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Listrik di seluruh desa tiba-tiba mati. Biasa, PLN suka byar pett, tanpa mengindahkan konsumen. Tapi kalau telat membayar rekening listrik sehari saja, petugas PLN begitu garangnya memutus aliran listrik. Untung orang-orang di desa itu, cukup menyalakan lampu minyak, kembali seperti zaman sebelum listrik masuk desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ternyata PLN lebih kejam daripada ibu tiri,” gumam Pardi sambil terus nggedumel ngalor ngidul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pagi hari lampu listrik belum juga menyala. Kedai Cak San hanya disirami cahaya lampu ublik yang tidak terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baru saja gelap di dunia, kita sudah resah, bagaimana nanti kalau kita memasuki kegelapan di akhirat?” sindir Dulkamdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu jangan sok akhirat, Dul,” timpal Pardi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan sok akhirat, tapi akhirat itu pun sebenarnya lebih dekat dibanding diri kita terhadap kita,” balas Dulkamdi dengan gaya filosufisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pardi cuma bisa bersungut-sungut. Tapi Cak San yang mendengarkan obrolan kusir dua manusia itu, hanya cengar cengir belaka. “Soal listrik mati saja kok sampai akhirat,” celetuk Cak San.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal urusan mati listrik dan akhirat, akhirnya jadi perdebatan sengit antara pelanggan Kedai Cak San. Mereka tentu berpendapat dengan argumentasi masing-masing, tanpa bisa dikompromikan lagi. Di satu pihak, Pardi dan sebagian yang lain, tidak menginginkan urusan fisik, empirik, dan yang serba kasat mata, dipaksakan agar menjadi sakral. Yang profan biarlah urusan dunia, dan yang sakral biarlah urusan akhirat. Sementara Dulkamdi dan Cak San terus ngotot, agar listrik itu punya hubungan langsung dengan akhirat. Listrik, betapa pun bersifat profan dan instrumental, menjadi salah satu sarana manusia bisa beribadah, dan bahkan listrik itu, betapa pun yang menemukan adalah Thomas Edison yang nonmuslim, merupakan anugerah dari titik Cahaya Ilahi di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdebatan itu akhirnya sedikit mengalami jeda, ketika Kang Soleh masuk. Sebab mereka yang hadir, yang pro maupun yang kontra berharap dapat solusi kompromi, setidak-tidaknya bisa berlindung di balik argumen Kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah sekian menit ditunggu, Kang Soleh diam saja. Kaki dan jemari tangannya bergerak menghentak-hentak seperti menikmati sebuah musik rancak yang indah. Kang Soleh seperti asyik dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok tidak diteruskan diskusi tadi?” tanya Kang Soleh menyentak kesunyian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nunggu pendapat sampean Kang…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau semua nunggu saya, kapan kalian bisa mandiri. Orang sufi itu harus punya kemandirian jiwa, tapi tidak boleh sombong, karena di atas langit itu masih ada langit. Kalau sudah mentok betul, kita bareng-bareng datang ke mursyid kita, pasti beliau punya solusi. Yang penting jangan takut salah,” jawab Kang Soleh sedikit berdemokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebenarnya persoalan kita kecil, Kang. Tapi bisa menjadi persoalan nasional, bahkan bisa juga jadi persoalan para malaikat, Kang…” celethuk Pardi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya sudah sedikit mendengar tadi…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi bagaimana menurut sampean..?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menurut saya, ya, kita tinggalkan saja soal listrik atau padamnya itu. Semuanya kan makhluk Allah. Semuanya tidak diciptakan kecuali mengandung kebenaran. Kita renungkan saja hikmahnya. Di sana banyak pelajaran berharga…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Soal ilmu elektronika?” sahut Dulkamdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Bukan, soal hati kita. Hati kita itu Rumah Allah. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Qalbul Mu’mini Baitullah&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jadi karena kalbu kita semua adalah Rumah Allah, jangan diisi dengan segala hal selain Allah. Soal-soal dunia, soal-soal yang berkait dengan jagad raya, soal-soal yang menyangkut kehidupan sehari-hari kita, jangan dimasukkan dalam hati. Semua itu cukup urusan akal dan pikiran saja. Akal kita, mata kita, telinga dan mulut kita, hidung kita, tangan dan kaki kita, untuk mencari makan saja. Hati kita untuk Allah saja, untuk Allah saja.&lt;/span&gt;”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Caranya bagaimana, Kang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Caranya, ya dengan kita terus menerus mengingat atau zikir kepada Allah. Hati kita yang berzikir. Kalau tidak, akan diserobot oleh iblis, setan, dan nafsu. Akal pun jangan masuk dalam hati, kita bisa stres, konslet, lalu, hati kita byar pett, padam, gelap dan nantinya bisa sesat…..”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah, apa kataku, ada kan hubungan byar pett listrik dengan akhirat,” kata Dulkamdi membela diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada kalau semuanya dikembalikan kepada Allah. Tapi kalau tidak, ya sama saja,” tangkis Pardi tidak mau kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Sudahlah. Begini saja, soal listrik yang menyala, itu disebabkan karena ada generator yang terus hidup. Jika tidak kan mati juga. Begitu pula, kalau hati kita hidup, hati kita berzikir, kalbu kita terus-menerus mengenang Ilahi, maka seluruh Rumah Allah di dalam hati kita akan bercahaya, seluruh ruang akal dan budi kita bercahaya, pikiran dan penglihatan batin kita bercahaya, dan segalanya menjadi terang benderang…. &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, kalau hati kita hidup, segalanya jadi jelas. Jangan sampai, dian abadi dalam hati ini, dihembus oleh setan atau nafsu. Nanti kita bisa gelagapan di tebing jurang yang gulita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ladalaaa…….!” kata mereka serempak. Sebab, secara kebetulan saja, usai Kang Soleh bicara soal Rumah Allah yang bercahaya, listrik di kampung itu menyala lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, mereka tampaknya tidak terlalu peduli. Apalah arti cahaya listrik yang terang benderang, jika hati tidak lagi terang? Apalah arti matahari yang menyiramkan cahayanya, jika saja kalbu-kalbu hamba Ilahi tidak lagi hidup dalam sunyi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-4021366994437877819?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/4021366994437877819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/01/cahaya-ilahi.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/4021366994437877819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/4021366994437877819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/01/cahaya-ilahi.html' title='Cahaya Ilahi'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Sm5ZqfhSDcI/AAAAAAAAAO4/LyEWp77aVUE/s72-c/cahaya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-7939858625432645429</id><published>2010-01-21T09:11:00.000+07:00</published><updated>2010-01-21T09:13:00.397+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Jangan - Jangan Terpeleset Riya'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SufbQOG2-jI/AAAAAAAAAT0/6Dopbgnbogk/s1600-h/058.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SufbQOG2-jI/AAAAAAAAAT0/6Dopbgnbogk/s320/058.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397523750138083890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ia seorang aktivis kampus, wajahnya terlihat bersinar, dahinya terlihat warna kehitam – hitaman. Di kampusnya dikenal sosok pemuda yang alim, berbagai kegiatan keagamaan di kampusnya hampir bisa dipastikan ia terlibat didalamnya. Di saat rekan – rekannya masih terlelap tidur, ia terlihat sudah ikut shalat shubuh berjamaah di masjid kampusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ia pulang ke kampungnya, kebetulan seorang kakek tetangganya meninggal dunia. Ia begitu kagum kepada sosok kakek tetangganya itu, karena dengan mata kepalanya sendiri sang kakek meninggal dalam keadaan sangat tenang, sebelum meninggalpun sang kakek dengan lancar mengucapkan kalimat tahlil. Iapun tahu kakek tersebut bukanlah seorang ustadz atau kyai, kehidupannya biasa – biasa saja. Sang kakek hidup dalam sebuah rumah yang sangat sederhana, sehari – hari kegiatannya menyabit rumput untuk makan kambing peliharaannya, namun ia tidak pernah ketinggalan sholat jamaah di masjid kampungnya. Iapun pendiam, hanya bicara seperlunya saja, tidak pernah mengeluh.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sehabis shalat isya di masjid, ia menyempatkan diri bersilaturahim ke tempat guru ngaji yang dulu waktu kecil, mengajarkan Surat Al Fatikhah pertama kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah pak, insya alloh shalat jamaah jarang saya tinggalkan, berbagai kegiatan keagamaan di kampus saya, saya usahakan selalu terlibat. Di samping itu seringkali sayapun dijadikan sumber referensi teman – teman saya, sayapun terkadang memberi ceramah di acara – acara kampus.” cerita si aktivis kampus kepada guru ngajinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah, saya ikut senang kalau begitu… semoga kamu termasuk orang – orang yang diberi anugerah dalam beribadah.” komentar guru ngajinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Namun begini…., setelah melihat kakek tetangga saya meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, saya jadi merenung dan berintrospeksi, apakah saya besok meninggal dalam keadaan seperti itu ?” ungkap si aktivis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa ?” tanya guru ngaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seringkali setelah saya shalat berjamaah shubuh terutama, dalam hati saya muncul perasaan “senang sekali”, namun setelah itu muncul pula dalam hati “ternyata saya lebih baik dibanding yang lain yang tidak berjamaah”. Tidak berhenti di situ saja, setelah selesai berceramah di depan teman – teman kampus, tidak hanya perasaan senang yang muncul,”sayapun merasa senang ketika dibelakang saya, mereka memuji – muji saya”. Saya jadi bertanya, ikhlas ga amaliah saya atau malah – malah saya riya’ ?” tanya si aktivis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ungkapan aktivis itu, guru ngajinyapun jadi ikut merenung. Kemudian berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Saya yakin, secara ilmu kamu mungkin lebih mengetahui karena wawasan kamu lebih luas, pendidikanmu lebih tinggi. Namun barangkali saya mengingatkan, seperti yang diungkapkan oleh Imam Ghozali bahwa apabila didalam diri seseorang yang selesai melakukan suatu ibadah muncul kebahagiaan tanpa berkeinginan memperlihatkannya kepada orang lain maka hal ini tidaklah merusak amalnya karena ibadah yang dilakukan tersebut telah selesai dan keikhlasan terhadap ibadah itu pun sudah selesai dan tidaklah ia menjadi rusak dengan sesuatu yang terjadi setelahnya apalagi apabila ia tidak bersusah payah untuk memperlihatkannya atau membicarakannya. Namun apabila orang itu membicarakannya setelah amal itu dilakukan dan memperlihatkannya maka hal ini ‘berbahaya’.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya tidak menceritakan kepada yang lain, saya hanya merasa senang pak ?” tanya si aktivis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru ngajinyapun menjawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya pada awalnya seperti itu....bisikan setan itu teramat halus, pada kondisi – kondisi seperti itu setan mulai membisikkan agar berbuat riya’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ciri – cirinya gimana bisa masuk kategori riya’atau tidak ?” tanya aktivis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru ngajinyapun berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Menurut pendapat Imam Ali bin Abi Thalib k.w. “Tiga tanda bagi orang yang riya’ adalah malas bila beribadah sendirian, rajin bila beribadah diantara orang banyak, berlebih-lebih ia dalam berbuat amal bila dipuji orang, kurang amalnya bila dicela orang.” &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-7939858625432645429?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/7939858625432645429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/01/jangan-jangan-terpeleset-riya.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/7939858625432645429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/7939858625432645429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/01/jangan-jangan-terpeleset-riya.html' title='Jangan - Jangan Terpeleset Riya&apos;'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SufbQOG2-jI/AAAAAAAAAT0/6Dopbgnbogk/s72-c/058.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-4430026241194644555</id><published>2010-01-15T18:06:00.001+07:00</published><updated>2010-01-15T18:12:05.035+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Teruslah Berdoa, dan Ubah Diri Anda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SvzdugnTG1I/AAAAAAAAAUs/VGSkxUebiz0/s1600-h/menikmatiproses.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SvzdugnTG1I/AAAAAAAAAUs/VGSkxUebiz0/s320/menikmatiproses.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403437444036238162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hakikat doa adalah penuntun kita melakukan perubahan diri selama menjalani hidup. Hidup itu sendiri tidaklah hitam dan putih. Ia tidak pula seperti laut mati. Ia senantiasa bergerak penuh tantangan dalam rangka pemenuhan aneka kebutuhan. Sebab, hanya melalui kedua hal inilah Allah benar-benar menguji mana hamba-Nya yang tetap pada fitrah dan mana yang tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan seseorang dalam mengubah dirinya itu jelas merupakan salah satu faktor kunci kesuksesan memburu pertolongan Allah . Oleh karena itu, kalau hidup kita terus-menerus sempit, sekolah tak kunjung rampung, nilai ujian sekolah jelek, utang tak juga terlunasi, jelas ada yang salah pada diri kita. Meskipun demikian, satu hal yang penting untuk disadari adalah bahwa kalau doa kita tidak dikabulkan Allah bukan berarti Dia tidak memperhatikan lagi permohonan hamba-Nya. Boleh jadi penyebabnya ialah karena pelakunya sendiri tidak mau membenahi dirinya, enggan lepas dari kebiasaan-kebiasaan buruk, dan malas meningkatkan ibadahnya kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Siapapun yang ingin doanya dikabulkan oleh Allah, hendaknya ia berusaha mengubah dirinya sendiri. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Bagaimana engkau menginginkan sesuatu yang luar biasa, padahal engkau sendiri tidak mengubah dirimu dari kebiasaanmu ?"&lt;/span&gt; Demikian tukas Ibnu Athaillah di dalam kitabnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;al Hikam&lt;/span&gt;. Kita telah banyak meminta, banyak berharap kepada Allah, dan saking sibuknya meminta, terkadang membuat kita tidak sempat lagi mengintrospeksi diri kita sendiri. Padahal, kalau kita meminta dan selalu memperbaiki diri, Allah pasti memberi apa yang kita minta karena sebetulnya doa itu adalah pengiring agar kita bisa merubah diri kita. Jika kita tidak pernah mau merubah diri kita menjadi lebih baik maka janganlah berharap doa kita akan dikabulkan Allah.  Perubahan diri inilah sebenarnya yang harus kita camkan dalam diri ketika kita punya keinginan. Oleh karena itu, pikirkan secara baik dan benar apa yang harus kita ubah melalui diri kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang telah berpuluh tahun hidup dengan harta berlimpah, uang selalu tersedia, pujian dan penghargaan terus berdatangan, namun hidup mereka terasa hampa. Mengapa demikian ? Mungkin karena mereka tidak mendapatkannya melalui berdoa. Akibatnya, nikmat tersebut tidak dirasakan sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, penting kita memperhatikan apa yang dinyatakan Ibnu Athaillah :&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tujuan utama berdoa bukanlah meminta, melainkan mengetahui adab dan tata krama seseorang terhadap Tuhan." &lt;/span&gt;Inilah sebenarnya yang kita butuhkan. jadi, doa hendaknya menjadikan kita makin dekat dengan Allah. Dengan doa yang demikian akhlak seseorang pun akan semakin baik. Lalu, bagaimana dengan kebutuhan duniawi ? Percayalah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gusti Allah iku ora sare&lt;/span&gt;. Allah tidak pernah tidur !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al Quran, tepatnya surah Al Baqarah : 186 Allah telah berfirman : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Apabila  hamba-hambaKu bertanya kepadamu, wahai Muhammad, tentang Aku, jawablah : Aku adalah dekat. Aku akan mengabulkan permohonan orang yang berada kepada-Ku. Hendaklah ia memenuhi segala perintah-Ku dan hendaklah ia beriman kepada-Ku agar ia selalu berada di dalam kebenaran.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bisa dimungkiri, kita seringkali kurang tepat memahami dan menempatkan doa, yakni semata menggunakannya sebagai ajang pelarian dari persoalan-persoalan hidup yang kita hadapi. Meskipun demikian, persepsi seperti ini sebenarnya tidak terlalu salah dan masih lebih baik dibanding kita berputus asa dari rahmat Allah lalu meminta pertolongan kepada yang selainNya. Oleh karena itu, hendaknya selalu diingat firman Allah :&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Janganlah engkau berputus asa dari rahmat Allah"&lt;/span&gt; (QS. Az Zumar : 58).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita renungkan lebih jauh, doa yang kita panjatkan kepada Allah itu sejatinya adalah upaya kita mendekatkan diri kepada-Nya sebagai konsekuensi iman kita terhadap-Nya. Doa itu sendiri tidak bisa dimungkiri adalah pengungkapan penghambaan kita kepadaNya. Doa juga bisa dimaknai sebagai pengungkapan kesadaran seseorang akan kelemahan, pengharapan, dan kecintaan darinya kepada Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, doa adalah bukti penghambaan dan pengabdian kita kepada Allah yang Maha Kuasa. Maka, kurang tepatlah bila ada anggapan bahwa karena doa kitalah Allah memenuhi permintaan kita. Sebab, dengan demikian, berarti Allah itu tunduk pada perintah makhluk-Nya. Padahal, faktanya kita semua lemah dan butuh pertolongan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan terbaik bagi kita, terutama umat Islam, adalah : selalu berdoa kepada Allah atas apa yang menjadi hajat hidup kita sambil terus menerus memperbaiki diri kita. Kalau doa kita tidak segera dikabulkan Allah, mungkin karena kita sendiri tak ada keinginan untuk memperbaiki segala kekurangan yang ada di diri kita. Mungkin saja kita selama ini lalai mengingatNya, kita tak peduli perintah dan laranganNya, kita tak pernah menolong sesama. Pendek kata : berdoalah dan perbaiki diri Anda !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari :&lt;br /&gt;Buku : Ajaklah Hatimu Bicara, Muhammad Alain Yanto, Pustaka Pesantren, 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-4430026241194644555?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/4430026241194644555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/01/teruslah-berdoa-dan-ubah-diri-anda.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/4430026241194644555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/4430026241194644555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/01/teruslah-berdoa-dan-ubah-diri-anda.html' title='Teruslah Berdoa, dan Ubah Diri Anda'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SvzdugnTG1I/AAAAAAAAAUs/VGSkxUebiz0/s72-c/menikmatiproses.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-999348008983184466</id><published>2010-01-12T13:39:00.002+07:00</published><updated>2010-01-12T18:09:00.330+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Menggapai Istiqomah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SVrhZzw2Q_I/AAAAAAAAAGM/7wHrCKOUlDw/s1600-h/001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SVrhZzw2Q_I/AAAAAAAAAGM/7wHrCKOUlDw/s320/001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285784946180768754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang kontraktor terlihat datang ke tempat seorang kyai, selain ingin bersilaturahim kepada kyai tersebut, iapun ingin menanyakan sebuah hal yang lama terpendam dalam fikirannya, yakni &lt;a href="http://www.kangtris.com/2010/01/menggapai-istiqomah.html"&gt;menjaga istiqomah&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah kyai, dalam urusan pekerjaan, mendapatkan proyek Allah memberi kemudahan dan kelancaran kepada saya, bahkan proyek – proyek yang di mata rekan bisnis saya sulit, kalau saya yang maju, biasanya bisa goal. Hal ini karena satu kata yang saya pegang kyai, “saya tetap semangat dan tak mau menyerah” kyai ?” ungkap kontraktor.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;”Bagus kalau begitu.....” jawab kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Namun dalam hal ibadah, ternyata tak semudah yang saya bayangkan. Seringkali sudah berusaha bersemangat diri untuk melakukan sebuah ibadah, namun ujung – ujungnya tidak bisa istiqomah.” ungkap kontraktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lantas bagaimana ?” tanya kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya itu kyai, bagaimana saya bisa tetap istiqomah ?” tanya kontraktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar pertanyaan kontraktor, kyaipun terdiam sejenak. Setelah berdiam diri sebentar, ia mulai berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kemarin, saya kedatangan tamu seorang bupati di sini, setelah ngobrol ngalor ngidul, katanya ia mau membangun jalan di daerah sini, dan ia mau tenderkan proyek jalan tersebut, gimana kamu mau ga ?” tanya sang kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yah...mau sekali kyai. ”, jawab si kontraktor dengan sumringah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya, tapi proyek itu tetap ditenderkan secara terbuka, pakai e-auction kalau ga salah, bilangnya.” lanjut kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya, ga apa – apa kyai, saya sudah terbiasa dengan e-auction”, jawab kontraktor dengan lebih sumringah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana kemudian agak diam, si kontraktorpun dalam diamnya terlihat lebih segar dan sumringah. Setelah agak lama, rupanya kontraktor agak tersadar kenapa sang kyai malah ngobrol proyek, padahal ia menanyakan perihal istiqomah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ngapunten kyai, terus pertanyaan saya yang tadi tentang istiqomah gimana ?” si kontraktor mulai menanyakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sebenarnya kamu sendiri sudah bisa menjawab, namun kamu tidak menyadarinya.” jawab kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Begini... kamu bisa tetap bersemangat dalam mengerjakan sebuah proyek, bahkan proyek yang sulitpun bisa kamu atasi, padahal saya yakin tidak semua orang bisa mengerjakan proyek tersebut, kenapa ?” tanya sang kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya...imbalan keuntungan kyai” jawab kontraktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Nah itu jawabannya....., selama mengerjakan proyek kamu mesti tidak melihat sulitnya pekerjaan karena visimu ingin menghasilkan keuntungan setelah proyek tersebut terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu beribadah, masih melihat sebagai beban, bukan dibalik ibadah itu sendiri selamanya kamu tidak akan bisa istiqomah sama halnya kamu mengerjakan proyek penglihatanmu kepada proyek itu sendiri bukan imbalan keuntungan yang akan didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika penglihatanmu dibalik pekerjaan itu, maka pekerjaan itu menjadi mudah dan menyenangkan. Ketika ibadahmu dijadikan sarana untuk menggapai keluhuran dari Allah maka, ibadah tidak terasa sebagai beban namun anugerah, dan anugerah istiqomah akan hadir dengan sendirinya.” ungkap sang kyai.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar uraian itu, si kontraktor manggut – manggut, namun kemudian bertanya, ” Saya belum mengerti kyai ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak kemudian kyaipun berkata, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Kalau kamu mengejar yang ratusan juta bahkan miliaran rupiah kamu bisa semangat, konsisten, kenapa menjaga yang lebih besar daripada itu tidak bisa ? padahal dalam sebuah hadits Rasulullah saw bersabda,'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;'.” &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-999348008983184466?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/999348008983184466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/01/menggapai-istiqomah.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/999348008983184466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/999348008983184466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/01/menggapai-istiqomah.html' title='Menggapai Istiqomah'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SVrhZzw2Q_I/AAAAAAAAAGM/7wHrCKOUlDw/s72-c/001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-725600083077425106</id><published>2010-01-06T17:08:00.001+07:00</published><updated>2010-01-06T17:11:25.573+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Jangan Merasa paling Shaleh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SsL9kwfu-oI/AAAAAAAAATM/ySo0BWs0Wbc/s1600-h/012.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SsL9kwfu-oI/AAAAAAAAATM/ySo0BWs0Wbc/s320/012.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387146912223656578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;”Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.”(QS, al-Hujurat [49]: 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua orang laki-laki bersaudara. Mereka sudah yatim piatu sejak remaja. Keduanya bekerja pada sebuah pabrik kecap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hidup rukun, dan sama-sama tekun belajar agama. Mereka berusaha mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk datang ke tempat pengajian, mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah Sang ustadz. jaraknya sekitar 10 km dari rumah peninggalan orangtua mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika sang kakak berdo’a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya, bila pergi mengaji. Allah mengabulkannya, jabatannya naik, dia menjadi kepercayaan sang direktur. Dan tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki. Dia mendapatkan bonus karena omzet perusahaannya naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sang kakak berdo’a memohon seorang istri yang sempurna, Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian berturut-turut sang kakak berdo’a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman, pekerjaan yang layak, dan lain-lain. Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dan Allah selalu mengabulkan semua do’anya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, sang Adik tidak ada perubahan sama sekali, hidupnya tetap sederhana, tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian, maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji ke rumah guru mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. Dia dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo’a, menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo’a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo’a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya, ” Dik, sesungguh ketidak mampuan kita menghapal quran, hadits dan bacaan doa. bisa jadi karena hati kita kurang bersih.. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang adik mengangguk, hatinya terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya, dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat sang adik meninggal dunia, sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do’anya tak pernah terkabul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do’a, diantaranya Al-fatehah, Shalawat, do’a untuk guru mereka, do’a selamat dan ada kalimah di akhir do’anya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Ya, Allah. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu,&lt;br /&gt;Ampunilah aku dan kakak ku, kabulkanlah segala do’a kakak ku,&lt;br /&gt;Jadikan Kakakku selalu dalam lindungan dan cinta-Mu,&lt;br /&gt;Bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku&lt;br /&gt;di dunia dan akhirat.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sang kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya.Dia telah salah menilai adiknya. Tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo’a untuk memenuhi nafsu duniawinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan, kemiskinan, kebaikan, keburukan dan setiap musibah yang menimpa manusia merupakan ujian dari Allah swt. yang diberikan kepada hambanya. Itu bukan ukuran kemuliaan atau kehinaan seseorang. Janganlah bangga karena kekayaan dan janganlah putus asa karena kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini begitu menyentuh , semoga dapat menjadikan hikmah bagi kita semua ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah  ini saya copy paste dari seorang sahabat &lt;a href="http://www.facebook.com/nurulakbari"&gt;Nurul Akbari&lt;/a&gt;, semoga kisah tersebut bisa menjadi bahan renungan bagi kita. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-725600083077425106?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/725600083077425106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/01/jangan-merasa-paling-shaleh.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/725600083077425106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/725600083077425106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/01/jangan-merasa-paling-shaleh.html' title='Jangan Merasa paling Shaleh'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SsL9kwfu-oI/AAAAAAAAATM/ySo0BWs0Wbc/s72-c/012.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-191832178081185447</id><published>2010-01-05T19:42:00.003+07:00</published><updated>2010-01-05T19:49:49.565+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>KeePass Password Safe</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://keepass.info/images/icons/keepass_64x64.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 64px; height: 64px;" src="http://keepass.info/images/icons/keepass_64x64.png" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Password sudah merupakan bagian dari keseharian kita, entah dipergunakan untuk email, blog, social networking, social bookmarking dan aktivitas lainnya, yang tidak terbatas aktivitas online semata. Betapa pusingnya kita ketika kita lupa password kita sendiri. Menjadi lebih merepotkan lagi, bila kita memiliki account yang banyak, puluhan bahkan ratusan account yang kita miliki dan tidak mungkin mengingat password satu persatu di luar kepala, bila ini masalahnya maka KeePass Password Safe ini bisa menjadi software alternatif untuk menyimpan &lt;a href="http://www.kangtris.com/2010/01/keepass-password-safe.html"&gt;password&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;KeePass Password Safe memiliki kelengkapan fitur yang handal seperti &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Strong Security&lt;/span&gt;, karena mendukung Advanced Encryption Standard (AES, Rijndael) dan algoritma Twofish untuk mengenkripsi dengan password database; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Multiple User Keys&lt;/span&gt;, satu master password decrypts database lengkap atau dapat menggunakan file kunci. Kunci file menyediakan keamanan yang lebih baik daripada master password. Selain itu password dapat diekspor ke berbagai format, seperti TXT, HTML, XML dan CSV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://keepass.info/screenshots/main_big.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 482px; height: 331px;" src="http://keepass.info/screenshots/main_big.png" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;KeePass Password Safe tersedia dalam edisi klasik dan edisi professional, yang lebih menyenangkan lagi software ini 100 % gratis dan legal. Untuk keterangan lebih lengkap dan download softwarenya silahkan &lt;a href="http://keepass.info/download.html"&gt;klik disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-191832178081185447?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/191832178081185447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/01/keepass-password-safe.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/191832178081185447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/191832178081185447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2010/01/keepass-password-safe.html' title='KeePass Password Safe'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-4127229949757310404</id><published>2009-12-24T16:16:00.007+07:00</published><updated>2009-12-26T14:55:07.454+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ebook'/><title type='text'>Kalender 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SzMyi-27VOI/AAAAAAAAAdI/VWG__KKj7wc/s1600-h/kalender.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 121px; height: 100px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SzMyi-27VOI/AAAAAAAAAdI/VWG__KKj7wc/s320/kalender.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418730353227158754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagi rekan – rekan yang mencari kalender tahun 2010, barangkali &lt;a href="http://www.scribd.com/doc/24476810/Kalender-2010-Falakiyah-NU-Gresik"&gt;kalender&lt;/a&gt; ini bisa menjadi alternatif. &lt;a href="http://www.scribd.com/doc/24476810/Kalender-2010-Falakiyah-NU-Gresik"&gt;Kalender 2010&lt;/a&gt; Falakiyah NU Gresik sangat lengkap. Kalender dilengkapi dengan kalender hijriyah qomariyah, masehi, hijriyah syamsiah, jawa mataram, pasaran jawa, pranoto mongso jowo, neptu jawa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalender ini dikeluarkan oleh &lt;a href="http://moeidzahid.site90.net/"&gt;Abdo El Moeid&lt;/a&gt; G&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;resik Jawa Timur. Sebagai ilustrasi kalender tersebut bisa dilihat dalam gambar berikut .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SzMyvN97zEI/AAAAAAAAAdQ/0ltaQIjytKE/s1600-h/kalender03.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 74px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SzMyvN97zEI/AAAAAAAAAdQ/0ltaQIjytKE/s320/kalender03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418730563441511490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melihat dan mendownload kalender tersebut bisa dilihat di &lt;a href="http://www.scribd.com/doc/24476810/Kalender-2010-Falakiyah-NU-Gresik"&gt;scribd&lt;/a&gt;, atau ingin mendownload langsung di &lt;a href="http://www.4shared.com/file/162459104/bab8803f/Kalender_2010_Falakiyah_NU_Gre.html"&gt;4shred&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk wilayah kota Bandung bisa dilihat lewat &lt;a href="http://www.scribd.com/doc/24509052/Kalender-2010-Falakiyah-Bandung"&gt;scribd&lt;/a&gt; atau didownload langsung &lt;a href="http://moeidzahid.site90.net/kalender/kalender_ind_2010/kalender2010_bandung.pdf"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk wilayah Jakarta, bisa didownload &lt;a href="http://moeidzahid.site90.net/kalender/kalender_ind_2010/kalender2010_jakarta.pdf"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Untuk wilayah Semarang, bisa didownload &lt;a href="http://moeidzahid.site90.net/kalender/kalender_ind_2010/kalender2010_semarang.pdf"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Untuk wilayah Yogyakarta, bisa didownload &lt;a href="http://moeidzahid.site90.net/kalender/kalender_ind_2010/kalender2010_yogyakarta.pdf"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Untuk wilayah Surabaya, bisa didownload &lt;a href="http://moeidzahid.site90.net/kalender/kalender_ind_2010/kalender2010_surabaya.pdf"&gt;disini&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk wilayah lain, silahkan rekan - rekan langsung menuju website &lt;a href="http://moeidzahid.site90.net/"&gt;Abdo El Moeid&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-4127229949757310404?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/4127229949757310404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2009/12/kalender-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/4127229949757310404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/4127229949757310404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2009/12/kalender-2010.html' title='Kalender 2010'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SzMyi-27VOI/AAAAAAAAAdI/VWG__KKj7wc/s72-c/kalender.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-4211549756470345277</id><published>2009-12-24T19:56:00.002+07:00</published><updated>2009-12-24T20:05:35.623+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syukur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Menghitung Nikmat Rambut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Spzzfa60C4I/AAAAAAAAASs/yzuOZ8-RiYA/s1600-h/051.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Spzzfa60C4I/AAAAAAAAASs/yzuOZ8-RiYA/s320/051.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376439776301026178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rambut merupakan salah satu dari berjuta – juta nikmat Allah yang dianugerahkan kepada kita. Seringkali kita menganggap remeh nikmat yang begitu mahal  yang bernama rambut. &lt;a href="http://www.kangtris.com/2009/11/syukuri-apa-yang-ada.html"&gt;Syukurilah apa yang ada&lt;/a&gt; termasuk anugerah rambut, dengan cara &lt;a href="http://www.kangtris.com/2009/11/kegembiraan-hati-di-saat-bersyukur.html"&gt;bersyukur yang benar&lt;/a&gt;, sehingga &lt;a href="http://www.kangtris.com/2008/11/belajar-bersyukur.html"&gt;kita terhindar&lt;/a&gt; dari golongan orang – orang yang disebut oleh Syekh Sariy Assaqathi, “Siapa yang tidak menghargai nikmat, maka akan dicabut nikmat itu dalam keadaan ia tidak mengetahui”.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan berikut saya ambil dari Bapak Syaefudin seorang Asisten Dosen Metabolisme di Departemen Biokimia, FMIPA-IPB, dengan judul &lt;a href="http://www.hidayatullah.com/berita/tafakur/9624-menghitung-nikmat-rambut.html"&gt;Menghitung Nikmat Rambut&lt;/a&gt;, saya ambil dari website &lt;a href="http://www.hidayatullah.com/"&gt;hidayatullah&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Di salah satu klinik penanaman rambut di Hongkong, untuk menanam sehelai rambut membutuhkan dana sebesar $ 20 (HKD). Pernahkah kita mensyukuri atas karunia rambut yang diberikan Allah pada kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menganggap bahwa rambut adalah mahkota. Oleh karenanya, tak aneh jika banyak orang mengidamkan kepala yang terus ditumbuhi rambut. Sesekali, mereka berkunjung ke salon khusus rambut. Bahkan, ada pula yang berkala mengunjungi salon untuk sekedar menata dan memanjakan penampilan mahkota kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, ada juga yang bersikap biasa saja terhadap setiap helai rambut di tubuhnya. Mereka acuh, atau bahkan bersikap biasa saja dengan rambut yang dipunya. Tak ada waktu rutin ke salon, apalagi berkeramas khusus dengan tujuan merawat mahkota kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu semua, pernahkah kita menghitung berapa besar nilai setiap helai rambut yang Allah berikan? Jadi, tak hanya merawat dan menjaga rambut agar tetap tumbuh serta elok dipandang mata. Apalagi, membiarkan begitu saja nikmat fisik yang Allah amanahkan kepada manusia. Namun, hendaknya kita mencoba menghitung berapa nilai karunia Sang Pencipta dari hanya helaian rambut di setiap jengkal kulit manusia. Dengan itu, harapannya manusia lebih bisa bersyukur dengan setiap pemberian Rabb-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, untaian rambut di kepala bukan sekedar mahkota. Ia juga berguna sebagai pelindung tubuh, khususnya kulit kepala dari bahaya sinar ultraviolet. Setidaknya, itulah hasil penelitian ilmuwan Australia baru-baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Harga Helai Rambut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambut, sebagai pelindung tubuh dari panas sekaligus pemanis rupa manusia adalah nikmat Allah yang tak terkira. Betapa tidak, bila dihitung harga setiap helainya maka yang ada malah manusia akan tercengang lantaran besarnya jumlah ‘kekayaan’ yang Sang Pencipta titipkan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghitungan paling mudah yaitu membandingkan sejumlah rambut yang dimiliki, misalnya di kepala, dengan harga seutas rambut dan biaya penanamannya ke kulit manusia. Pencangkokan tersebut merupakan salah satu cara mutakhir untuk memperbaiki penampilan. Para pakar membuat dan mengembangkan teknologi penanaman rambut bagi siapa saja, baik yang berkepala botak maupun yang hanya ingin melebatkan rambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di salah satu klinik penanaman rambut di Hongkong, untuk menanam sehelai rambut membutuhkan dana sebesar $ 20 (HKD). Bila ditukar dengan nilai rupiah, setiap rambut dihargai Rp 25.459 (data Bank Indonesia pada 20 Oktober 2009). Itu hanya biaya pembelian seutas rambut, belum biaya jasa konsultasi dokter, uji pemeriksaan awal, dan pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Bila jumlah rata-rata rambut yang dimiliki manusia normal sebanyak 80 helai/cm2 kulit kepala (orang Asia) atau 120 helai/cm2 kepala (orang Eropa), paling sedikit uang yang harus disiapkan untuk penanaman rambut sekitar Rp 2.036.720 sampai Rp 3.055.080 untuk setiap cm2-nya. Atau, jika rata-rata kepala manusia normal mengandung 100.000 utas rambut berarti setiap orang harus membayar sejumlah Rp 2.545.900.000 atau sekitar 2.5 Milyar! SubhaanaLlaah.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai tersebut lebih mengejutkan bila melihat kenyataan, bahwa rambut manusia ternyata tak hanya tumbuh sekali seumur hidup. Namun, bisa berulang kali. Bayangkan saja, bila setiap 10 tahun sekali rambut tersebut rontok semua dan harus ditanam ulang, maka berapa banyak uang yang perlu dibayarkan seseorang berumur 60 tahun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi jika orang tua memiliki anak, dan ketika anak lahir diwajibkan membayar biaya penanaman rambut. Bayangkan jika anaknya 2, 3, 4 atau lebih, maka berapa triliun yang perlu disiapkan? Ini sekedar rambut di kepala, belum di alis, bulu mata, dan tempat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syukuri Nikmat Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah perhitungan karunia Allah hanya dari utasan rambut, belum yang lainnya. Sungguh besar kasih sayang-Nya sehingga tak sepeser pun dikeluarkan manusia untuk mendapatkan mahkota penghias raga. Maka sepatutnyalah manusia berterima kasih atas pemberian nikmat yang tak pernah ia minta ini, namun begitu saja diberi lantaran kasih sayang Allah yang tak terbatas pada manusia. Sebaliknya tidaklah pantas manusia yang lemah bersikap congkak di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja manusia mau berpikir dengan keagungan dan kemurahan Sang Pencipta, niscaya ia akan terus bersyukur dan senantiasa menghiasi diri dengan amal ibadah. Hal ini telah Allah ingatkan dalam Al Qur’an: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”&lt;/span&gt;. (QS. Az Zumar 39:66)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi manusia yang telah mengerti akan besarnya pemberian Allah, lalu diikuti syukur atas apa yang diterimanya maka Sang Pemilik nikmat akan tambahkan lagi karunia lainnya sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih"&lt;/span&gt;. (QS Ibrahim 14: 7).&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sanggupkah kita untuk tidak bersyukur ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-4211549756470345277?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/4211549756470345277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2009/12/menghitung-nikmat-rambut.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/4211549756470345277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/4211549756470345277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2009/12/menghitung-nikmat-rambut.html' title='Menghitung Nikmat Rambut'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Spzzfa60C4I/AAAAAAAAASs/yzuOZ8-RiYA/s72-c/051.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-7881142793654398505</id><published>2009-12-17T17:27:00.002+07:00</published><updated>2009-12-17T17:34:02.081+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Spirit Hijrah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SlGJ-Z6cmQI/AAAAAAAAAOg/E1q8QOhkWpk/s1600-h/045.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SlGJ-Z6cmQI/AAAAAAAAAOg/E1q8QOhkWpk/s320/045.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355213137121155330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu malam, selepas sholat isya bertempat di rumah kang Udin, terlihat beberapa orang sedang berdiskusi tentang rencana – rencana mereka yang sebentar lagi akan memasuki tahun baru hijriyah. Suasanapun sudah mulai ramai masing – masing asyik dengan rencananya sendiri – sendiri dalam menyambut tahun baru hijriyah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;”Saya sudah nyiapkan duit kang, buat beli mercon gandengan buat malam tahun baruan nanti. ” kata kang Parto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau saya udah nyiapin duit buat liburan sekeluarga kang, hitung – hitung menghibur diri dan kelurga.” kata kang Syamsul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nah, saya ini..... yang duit cuma sedikit, cuma nyiapin diri buat ziarah ke makam almarhumah ibu saya kang. ” sela kang Agus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar berbagai celoteh, kang Udin mulai berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Kalau kita mau bertahun baru, alangkah lebih baik kita melihat sejarah dan esensi dari tahun baru hijriyah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari peristiwa hijrah, Rasulullah SAW bisa membangun masyarakat baru di kota Madinah. Masyarakat yang terformulasikan dalam bentuk persaudaraan "ukhuwah" yang sangat kental antara orang-orang yang berhijrah dari Makkah " Muhajirin " dan penduduk kota Madinah yang membantu mereka " al anshar ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekentalan ukhuwah ini bisa dilihat dari sebuah ilustrasi ketika Abdurrrahman bin Auf r.a dari kelompok Muhajirin dipersaudarakan dengan Sa'ad bin al Rabi' dari Anshar. Seketika Sa'ad r.a. dengan penuh kejujuran dan keikhlasan menawarkan kepada Abdurrahman untuk mengambil separuh dari kekayaanya dan salah seorang dari kedua istrinya”&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;”Terus kita harus gimana sebaiknya ?” sela kang Parto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Udinpun kembali melanjutkan pembicaraannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Seseorang dikatakan hijrah jika telah memenuhi dua syarat, yaitu pertama ada sesuatu yang ditinggalkan dan kedua ada sesuatu yang dituju. Kedua-duanya harus dipenuhi oleh seorang yang berhijrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sampeyan kemarin lebih berkeyakinan kepada omongan dukun atau paranormal, tekadkan hati untuk meninggalkan itu dan lebih memilih kalamnya gusti Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sampeyan kemarin lebih mengagumi pemikiran – pemikiran orang barat yang tidak islami, tekadkan hati untuk meninggalkan itu dan kagumilah Kangjeng Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sampeyan kemarin lebih senang mendatangi tempat – tempat karaoke dan perkara sejenis lainnya, tekadkan hati untuk meninggalkan itu dan arahkan kesenangan untuk mendatangi majelis – majelis ilmu dan majelis dzikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sampeyan kemarin lebih senang marahi anak buah ketika melakukan kesalahan dibanding mencari solusi atas permasalahan, tekadkan hati untuk meninggalkan itu dan jadilah seorang pemaaf dan lebih berorientasi kepada solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah hijrah I’tiqodiyyah, Fikriyyah, Syu’uriyyah, Sulukiyyah, dan inilah spirit hijrah itu sendiri."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ungkapan itu, kang Parto langsung berikrar, ”kang uang saya tidak akan saya belikan mercon gandeng kang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selamat Tahun Baru 1431 Hijriyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-7881142793654398505?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/7881142793654398505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2009/12/spirit-hijrah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/7881142793654398505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/7881142793654398505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2009/12/spirit-hijrah.html' title='Spirit Hijrah'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SlGJ-Z6cmQI/AAAAAAAAAOg/E1q8QOhkWpk/s72-c/045.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-1569000295508518067</id><published>2009-12-10T17:00:00.001+07:00</published><updated>2009-12-10T17:04:36.627+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SpZiNB1O3PI/AAAAAAAAASk/OsxyPeEkTuQ/s1600-h/050.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SpZiNB1O3PI/AAAAAAAAASk/OsxyPeEkTuQ/s320/050.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374591181282794738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Parto masih tertunduk lemas, bukan karena memikirkan lesu bisnis angkudesnya namun lemas karena merasa &lt;a href="http://www.kangtris.com/2009/12/sepersenpun-belum-membalas-kebaikan-ibu.html"&gt;belum berbakti kepada orang tuanya&lt;/a&gt;, khususnya ibunya. Saat fikirannya melayang jauh tentang dosa –dosanya karena belum berbakti kepada orang tua, tiba –tiba  terdengar ketukan pintu dan salam dari luar rumah kang Udin. Rupanya Syamsul yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah basa – basi sebentar, kang Udinpun sedikit menceritakan permasalahan Parto, ini hal biasa karena mereka sudah selayaknya seperti saudara sendiri, sehingga sering saling mengingatkan diantara satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian, Syamsulpun ikut bercerita :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Betul kang Udin, seandainya saja kedua orang tua saya masih hidup semua permintaannya sepanjang saya mampu kerjakan dan tidak bertentangan dengan syariat pasti akan saya lakukan. Namun apa boleh buat…. Kedua orang tua saya sudah tiada. rasa menyesal itu benar – benar lebih terasa disaat mereka semua telah tiada kang ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar keluhan tersebut, kang Udin ikut menambahi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita masih mempunyai kewajiban kepada kedua orang tua kita, walaupun beliau sudah meninggal ?” kata kang Udin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana itu kang Udin ?” tanya Syamsul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Udinpun menjelaskan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Dalam suatu hadist dikisahkan bahwa suatu ketika datang seseorang menghadap Rasulullah SAW kemudian berkata “Ya Rasulullah apakah masih ada kesempatan untuk berbakti aku kepada orang tuaku setelah keduanya meninggal dunia?” Rasulullah dengan tegas menjawab “Ya, masih ada”. Ada 5 hal yang harus dijalankan setelah kepada seorang anak agar berbakti kepada orang tua yang telah meninggal : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Asshalatu ‘alaihima&lt;/span&gt; (berdo’a untuk keduanya), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wal isthigfaru lahuma&lt;/span&gt; (memohonkan ampun keduanya), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wainfadzu ahdihima&lt;/span&gt; (melaksanakan janji-janjinya), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Waiqramu shadiqihima&lt;/span&gt; (memuliakan teman-teman keduanya), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wasilaturrahimmisilati latu shallu illa bihima&lt;/span&gt; (silaturrahmi kepada orang-orang yang tidak ada hubungan silaturahmi kecuali melalui wasilah kedua orang tua)”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar uraian kang Udin, Syamsulpun terlihat tertunduk, sementara di sisi lain, Parto semakin terdiam dan membisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Sudahkan kita do’akan orang tua, di setiap do’a kita ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-1569000295508518067?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/1569000295508518067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2009/12/berbakti-kepada-orang-tua-yang-sudah.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/1569000295508518067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/1569000295508518067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2009/12/berbakti-kepada-orang-tua-yang-sudah.html' title='Berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SpZiNB1O3PI/AAAAAAAAASk/OsxyPeEkTuQ/s72-c/050.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-679830398998169452</id><published>2008-11-10T18:43:00.006+07:00</published><updated>2009-12-10T16:30:10.411+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syukur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Belajar Bersyukur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Spzzfa60C4I/AAAAAAAAASs/yzuOZ8-RiYA/s1600-h/051.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Spzzfa60C4I/AAAAAAAAASs/yzuOZ8-RiYA/s320/051.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376439776301026178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seperti biasanya, selepas ba’da shubuh saya bersama istri jalan pagi di sebuah sudut jalan timur kota Bandung, Pasir Impun namanya. Tidak terlalu dikenal, dan kondisi jalannyapun saat ini rusak, sehingga perlu kehati-hatian bila lewat di jalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Den, singkong den,,,” sayup-sayup terdengar suara seorang kakek menawarkan singkong di seberang sana. “Weh, kebetulan sekali…” batin saya. Setelah ngobrol ngalor ngidul, iseng aku bertanya, “ga bosen kek, udah tua masih jualan… kan lebih baik di rumah, nimang cucu… dan banyak ibadah”. Mendengar ocehan saya, sang kakek agak sedikit berbeda raut mukanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Den, justru dengan jualan seperti ini saya terlepas dari kebosanan. Dengan jualan seperti ini sayapun bisa belajar bersyukur….” Sebuah kalimat begitu merdu meluncur dari sang kakek. “Setiap pagi, saya bisa bertemu orang – orang baru, setiap pagi saya bisa menjual singkong yang baru….kalau Aden, memandang ini hal yang membosankan, justru saya memandang setiap hari adalah anugerah yang baru, karena setiap berganti hari, berarti Allah masih ngasih kakek sebuah kesempatan…. untuk belajar bersyukur…”, demikian seutas kalimat hikmah meluncur begitu wangi dari seorang kakek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai di rumah, lama sekali aku merenung, “dalam sekali untaian hikmah kakek tadi”. Saya yang kebetulan masih jauh lebih muda dari sang kakek, sering tidak berfikir ke arah sana, hari-hari yang terlewati serasa hanya sebuah rutinitas belaka. Seorang kakek, dengan segala rendah hatinya, masih berucap “belajar bersyukur”, padahal untuk ukuran saya… wuih…. Itu lebih – lebih dari syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat, sebuah untaian hikmah agung dari Syaikh Ibnu Athaillah dalam karya besarnya “Al Hikam”, “Siapa yang tidak mengenal harga nikmat ketika adanya nikmat itu, maka ia akan mengetahui harga kebesaran nikmat setelah tidak adanya”. Masih terbayang-bayang di pelupuk mata saya, bagaimana saya selalu menggerutu, mengeluh terhadap semua yang terjadi, padahal nikmat di depan mata selalu Allah limpahkan kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana hari – hari yang saya lalui, disibukan dengan pencarian dunia hingga untuk menjalan shalat tepat waktu saja… sering terabaikan, padahal kurang baik apa, Allah menganugerahkan kesehatan, keselamatan kepada saya. Begitu pongkahnya, berjalan di bumi Allah seolah melupakan segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kumandang dzhur tiba, tak terasa langkah tubuh lunglai menuju sujud ke hadlirat-Nya, namun…. Begitu saya baca, “wa mahyaaya wa mamaati lillaahi rabbil’aalamin”, tubuhku tersungkur…. begitu malunya diri ini… bagaimana mungkin berkata seperti itu dihadapan Allah ….padahal hidup saya, jauh… daripada itu……, bagaimana kalau saya dicap pendusta ????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika shalat telah usai, sayapun hanya bisa memohon supaya tidak dimasukkan ke dalam golongan orang yang dicabut nikmatnya dengan tanpa diketahui, seperti terungkap oleh Sariy Assaqathi, “Siapa yang tidak menghargai nikmat, maka akan dicabut nikmat itu dalam keadaan ia tidak mengetahui”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-679830398998169452?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/679830398998169452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2008/11/belajar-bersyukur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/679830398998169452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/679830398998169452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2008/11/belajar-bersyukur.html' title='Belajar Bersyukur'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Spzzfa60C4I/AAAAAAAAASs/yzuOZ8-RiYA/s72-c/051.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-4689270678040377584</id><published>2009-07-28T08:47:00.003+07:00</published><updated>2009-12-10T16:13:28.398+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syukur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Kutemukan sebuah cahaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Sm5ZqfhSDcI/AAAAAAAAAO4/LyEWp77aVUE/s1600-h/cahaya.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Sm5ZqfhSDcI/AAAAAAAAAO4/LyEWp77aVUE/s320/cahaya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363322792795311554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pagi itu bertepatan hari sabtu, dari sebuah room Deluxe Suite Hotel Lor In yang terletak di Jalan Adi Sucipto Solo, tampak seorang pemuda masih asyik bermalas-malasan dengan melihat tayangan sebuah program berita, ”Apa Kabar Indonesia Pagi” di TV One. Terlihat tayangan yang dikemas secara santai, dengan konsep outdoor yang berlokasi di sebuah lapangan di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak disana, lalu lalang orang – orang yang sedang berlari – lari kecil, dengan handuk kecil di pundaknya. Sementara sang host, sedang santai mewawancari dua orang nara sumber, yang kebetulan sedang membahas dampak pengeboman Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton bagi ekonomi makro di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Edi Sutanto namanya, seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Account Officer&lt;/span&gt; dari sebuah lembaga ventura di Jakarta. Kebetulan hari jum’at kemarin ia bertemu dengan salah seorang klient, untuk melakukan survei dan menganalisa kelayakan proposal pembiayaan dari sebuah perusahaan agriculture di Solo. Dari hasil analisa diperoleh data bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;payback period&lt;/span&gt; project tersebut terlalu lama, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;IRR&lt;/span&gt; maupun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;NPV&lt;/span&gt; juga tidak masuk. Belum lagi ditambah aspek manajemen yang lain, sehingga ia mengambil kesimpulan bahwa perusahaan tersebut untuk tidak layak untuk dibiayai, namun pemilik perusahaan tersebut mengemis – ngemis supaya proposalnya disetujui. Bahkan tidak hanya itu, menjelang ia akan kembali ke hotel tempat menginapnyapun, ia sempat ditawari sejumlah uang sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;success fee&lt;/span&gt; jika proposalnya disetujui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam dinding telah menunjukkan pukul 09.00 pagi, tampak Edi keluar dari roomnya. Ia berpakaian santai dengan mengenakan kaos oblong putih dan jelana jeans warna biru, sementara di telapak tangan kanannya tergenggam sebuah Blackberry Bold. Iapun berjalan keluar dari hotel menuju jalan raya di jalan Adi Sucipto, terlihat ia melambaikan tangan kepada seorang tukang becak yang berjejer tidak jauh dari hotel tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pak, jalan – jalan muter Solo ya ?”, pintanya kepada tukang becak itu. ”Monggo mas.” jawab si tukang becak. Rupanya Edi ingin jalan – jalan menikmati keindahan kota Solo dengan naik becak. ”Ke Manahan aja dulu pak ? ” terdengar Edi berbicara kepada si tukang becak. Becakpun melaju menuju lapangan Manahan Solo dengan santai, sementara di kanan jalan berseliweran kendaraan pribadi dan umum membuat angin menerpa Edi dan tukang becak itu. Terlihat sesekali Edi bertanya asal usul si tukang becak itu, dan dengan suara khas Solo, tukang becak menjawabnya. Sesampai di Manahan, Edipun berhenti sejenak. Terlihat kemudian Edi makan di warung lesehan yang ada di sekitar stadion itu, Edi berusaha menawarkan si tukang becak itu, namun dengan santun tukang becak menolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ke Manahan, kemudian Edi dan tukang becak berjalan lagi menuju Jalan Slamet Riyadi menikmati keindahan di kota Solo. Tak terasa waktu sudah berangsur sore, becakpun bergerak menuju Jalan Adi Sucipto ke Hotel Lor In tempat Edi menginap. Ketika sudah selesai, Edipun mengeluarkan uang seratus ribu dan diberikan kepada tukang becak tersebut. Namun tanpa disangka tukang becak itu berkata, ”Mas, nyuwun ngapunten, ini terlalu banyak bagi saya.” begitu kata tukang becak itu. ”Ya..ga apa-apa, itung – itung dapat rejeki tambahan dari saya.” kata Edi. Namun, dengan sederhana tukang becak itupun berkata, ” Mas, biasanya dalam satu hari, paling besar saya dapat ya lima puluh ribu, jadi kalau seratus ribu, terlalu banyak. Hak saya cuma lima puluh ribu mas.” Mendengar jawaban itu Edi agak berkenyit, iapun berkata, ”Ya sudah...bagaimana kalo kita makan bareng saja pak, pakai uang yang lima puluh ribu ini, gimana ? ” tanya Edi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Begini mas, bukan menolak rejeki tapi saya dapat lima puluh ribu hari ini saja, saya sudah bersyukur, karena kebutuhan dua hari saya dan keluarga sudah tercukupi.” Begitu kata – kata akhir dari si tukang becak. Akhirnya Edipun mengganti uang yang seratus ribu itu dengan lima puluh ribuan. Kemudian tampak tukang becakpun pergi meninggalkan Edi, yang kelihatan masih terheran – heran dengan perilaku tukang becak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian tampak Edipun masuk ke roomnya di Hotel Lor In, kemudian ia terlihat duduk merenung. Ia menatap keluar lewat jendela, ia pandangi Jalan Adi Sucipto dimana ia bertemu dengan tukang becak tadi. Fikirannya melalang jauh, terlintas bagaimana kemarin ia ditawari sejumlah uang sebagai success fee, jika ia bisa meloloskan proposal klientnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hem...tukang becak saja bisa bersyukur...” gumannya dalam hati. Iapun lama termenung, merenungi diri sendiri, sambil bertanya dalam hati, ”sudahkah saya termasuk golongan orang yang bersyukur ?” Ia begitu miris, ketika memandangi dalam – dalam dirinya di kaca cermin, betapa dalam hatinya, selalu merasa ”kurang dan kurang”. Iapun tertegun, perlahan mengambil air di wastafel membasuk mukanya yang terasa kering sambil berkata lirih....astaghfirullahal’adzim. Sesaat kemudian ia mulai merasa menemukan sebuah cahaya....cahaya yang mengingatkan agar ia bisa bersyukur. Telah banyak artikel yang ia lihat tentang bersyukur, tidak sedikit buku yang ia baca yang mengupas makna dan pentingnya bersyukur, namun ia tidak begitu tersentuh oleh artikel dan buku – buku itu, justru hatinya tersentuh oleh tingkah seorang tukang becak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui tukang becak itu, ia bisa lebih menghayati tentang makna dan pengertian bersyukur itu sendiri, bukan karena definisi bersyukur yang ia baca, namun dari perilaku bersyukur tukang becak tersebut. Iapun menemukan sebuah cahaya di Jalan Adisucipto itu. Cahaya yang berasal dari perilaku tukang becak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-4689270678040377584?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/4689270678040377584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2009/07/kutemukan-sebuah-cahaya.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/4689270678040377584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/4689270678040377584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2009/07/kutemukan-sebuah-cahaya.html' title='Kutemukan sebuah cahaya'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Sm5ZqfhSDcI/AAAAAAAAAO4/LyEWp77aVUE/s72-c/cahaya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-8923656112724993968</id><published>2009-09-01T17:10:00.003+07:00</published><updated>2009-12-10T16:11:57.724+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syukur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Kenikmatan seteguk air</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Spzzfa60C4I/AAAAAAAAASs/yzuOZ8-RiYA/s1600-h/051.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Spzzfa60C4I/AAAAAAAAASs/yzuOZ8-RiYA/s320/051.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376439776301026178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya kebetulan terlahir di sebuah kampung terpencil di Purbalingga, sampai sekarang masih terbayang-bayang bagaimana dulu sewaktu masih kecil, suasana kampung ketika ramadhan tiba. Bulan Ramadhan sangat berbeda bagi kami anak – anak kecil dibanding dengan bulan selain ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih terbayang bagaimana senangnya bersama-sama teman-teman sebaya menabuh bedug saat usai shalat tarawih, yakni saat mengiringi lantunan bacaan surat al Ikhlas secara berjamaah. Kebahagiaan itupun belum berakhir begitu selesai shalat tarawih duduk berjajar membentuk lingkaran untuk menikmati apa yang dinamakan ”tajil”, namun jangan membayangkan tajilnya berisi makanan seperti di kota saat ini. Tajil yang ada pada saat itu hanyalah singkong rebus, pisang rebus, ketela rebus ditambah segelas teh tawar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan itupun masih terus terasa bertambah ketika menjelang lebaran tiba, dimana tradisi tahunan akan dilakukan. Bagi saya waktu itu, salah satu tradisi tahunan adalah dibelikan sebuah baju dan sarung atau celana, yah dibelikan baju dalam satu tahun hanya sekali saja. Namun justru karena baju dibelikan setahun sekali kenikmatannya sungguh – sungguh sangat terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain baju, ada juga tradisi tahunan yang lain yakni membeli ikan / daging di pasar untuk dimasak sebagai lauk khususnya pada saat selamatan ”tenongan” setelah shalat hari raya I’dul Fitri. Makan dengan ikan / daging pada saat saya kecil merupakan sebuah kemewahan tersendiri, namun sekali lagi.... justru karena setahun sekali itu...kenikmatannya sungguh-sungguh bisa dirasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan keluarga, serta rekan – rekan ...bisa membeli baju baju mungkin tiap minggu, atau mungkin tiap bulan....dan baju yang dibelipun tidak sekedar baju sebagai penutup aurat saja, namun masih ditambah yang lain seperti bermerk ....sesuai trend saat ini. Setiap haripun menu makan kita tidak lepas dari apa yang dinamakan ikan / daging, namun ketika semua itu telah tercukupi, maka kenikmatannya hampir-hampir dikatakan berkurang, walaupun sesungguhnya masih ada rekan – rekan yang dibawah kita, namun seolah – olah kita tidak memperdulikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Ketika bulan ramadhan tiba, saat lapar dan dahaga mempersempit aliran darah dalam tubuh kita, maka kita mulai bisa merasakan lagi.... arti sebuah kenikmatan. Tatkala adzan maghrib dikumandangkan, dan saat berbuka puasa telah tiba...maka kebahagiaan itu serasa dihujamkan oleh Allah kepada hamba-hambanya yang berpuasa, walaupun ketika berbuka puasa hanya dengan sebiji kurma atau seteguk air.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah barangkali salah satu rahasia dari puasa, dengan puasa bukan hanya disuruh memperhatikan dan merenungi tentang kenikmatan yang sudah diperolehnya, tetapi juga disuruh merasaakan langsung betapa besar sebenarnya nikmat yang Allah berikan kepada kita. Hal ini karena baru beberapa jam saja kita tidak makan dan minum sudah terasa betul penderitaan yang kita alami, dan pada saat kita berbuka puasa terasa betul besarnya nikmat dari Allah meskipun hanya berupa sebiji kurma atau seteguk air. Di sinilah letak pentingnya ibadah puasa guna mendidik kita untuk menyadari tinggi nilai kenikmatan yang Allah berikan agar kita selanjutnya menjadi orang yang pandai bersyukur dan tidak mengecilkan arti kenikmatan dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-8923656112724993968?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/8923656112724993968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2009/09/kenikmatan-seteguk-air.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/8923656112724993968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/8923656112724993968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2009/09/kenikmatan-seteguk-air.html' title='Kenikmatan seteguk air'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Spzzfa60C4I/AAAAAAAAASs/yzuOZ8-RiYA/s72-c/051.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-7479048406803904228</id><published>2009-10-19T19:29:00.002+07:00</published><updated>2009-12-10T16:11:20.195+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syukur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Lagi disayang Gusti Allah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SnvTAUH6wlI/AAAAAAAAAPQ/asC9CnAuDlY/s1600-h/030.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SnvTAUH6wlI/AAAAAAAAAPQ/asC9CnAuDlY/s320/030.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367115383297458770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu sore terlihat seorang pemuda datang ke seorang kyai. Raut mukanya kusut, pandangannya loyo. Baju bermerk yang ia kenakan tidak bisa menutupi kegelisahan yang ada di kening kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pusing saya, kyai ....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kenapa harus pusing ? ” tanya sang kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Menurut saya, saya tidak pernah berbuat yang aneh-aneh. Saya sholat seperti biasa, shalat malam juga saya amalkan. Baca Al Qur’an rutin saya amalkan.  Namun.......... mengapa bisnis saya tertipu, saya tertipu rekan bisnis saya. Saya percayai ia...namun apa balasannya ? Ia bawa kabur ratusan juta rupiah uang saya ..”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Ya...kamu tetap lakukan seperti biasanya, bahkan tingkatkan lagi...lebih dekatkan lagi sama Gusti Allah...apa yang terjadi padamu saat ini..merupakan tanda-tanda kamu lagi disayang gusti Allah” jawab sang kyai.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban sang kyai, pemuda itupun tambah bengong dan bingung. Logika berfikirnya tidak masuk, namun untuk menanyakan lebih lanjut iapun tidak berani. Dengan kegelisahan yang masih menggelayut di kepalanya iapun pamitan pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di rumah, ia pandangi dirinya sendiri di depan cermin, iapun berkata dalam hati...”menyedihkan....”. Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Kalau dulu sisa uang masih bisa ia pergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, lambat laun semakin menipis, hingga pada suatu hari iapun terpaksa memecah celengan, tempat ia kumpulkan koin lima ratus dan seratus rupiah. Dengan tersayat – sayat hatinya iapun terpaksa memecah celengan itu, padahal semula celengan itu hanya sebagai tempat penyimpanan uang recehan yang menurutnya pada saat itu, tidak ada manfaatnya selain sebagai pemberian kepada ”polisi cepe” saat melintas di jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun berganti tahun pemuda ini ia lalui, dalam hari – harinya dalam kesulitan ia selalu terngiang-ngiang kata – kata sang kyai, ” ...lebih dekatkan lagi sama Gusti Allah...apa yang terjadi padamu saat ini..merupakan tanda-tanda kamu lagi disayang gusti Allah”, iapun terus mengevaluasi diri tentang kekurangan ibadahnya kepada Allah, tidak hanya ibadah lahiriah namun lebih ke aspek batiniah ia sedikit – demi sedikit diperbaiki. Tanpa terasa lambat laun keadaan ekonominya berubah. Uang yang dulu tertipu rekan bisnisnya, telah kembali berlipat – lipat dari kemajuan usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat iapun bersilaturahim kepada kyai yang dulu ia temui. Setelah berbincang sejenak, si pemuda itupun berkata kepada kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Alhamdulillah kyai, dari pengalaman saya tertipu rekan bisnis saya yang dulu saya bisa belajar tentang bersyukur rama kyai ....”&lt;br /&gt;” O...begitu, alhamdulillah...” jawab kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Coba kalau saya tidak tertipu, saya tidak bisa merasakan arti sejumlah recehan yang dulu saya remehkan...rama kyai. Saat dalam kekurangan...uang recehan itu ternyata begitu berarti...., saya bisa merasakan betapa sesuatu yang sangat remeh menurut anggapan kita...ternyata berharga sekali...dan saya yakin, masih banyak rekan – rekan saya yang bernasib dibawah saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” alhamdulillah...berarti kamu sudah bisa merasakan arti syukur....terus, kamu kesini kok, pakai mobil butut...padahal duit kamu kan sudah banyak...jangan – jangan kamu malah ngga bersyukur ”, tanya kyai dengan senyuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bukan begitu rama kyai, insya allah saya bisa beli mobil yang jauh lebih mewah....tapi saya takut rama kyai.... saya selalu berdo’a, ”Ya Allah, jadikanlah dunia di tangan kami, tetapi jangan Engkau menjadikannya dalam hati kami....”, makanya saya berusaha lebih sederhana rama kyai..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban pemuda, kyaipun tersenyum agak lebar, kemudian berkata, ”alhamdulillah...semoga banyak pemuda yang berprinsip sama seperti kamu.....namun, kamu juga harus hati – hati, tanyakan dalam hatimu....sikapmu itu...karena tulus, atau karena ”ingin dianggap sederhana.....ingin dianggap zuhud....”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendengar uraian sang kyai yang terakhir, ”...ingin dianggap sederhana.....ingin dianggap zuhud....”, hati pemuda itupun bergetar...., iapun lantas menunduk, lantas berkata, ”ya...rama kyai...saya masih harus belajar ....”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-7479048406803904228?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kangtris.com/feeds/7479048406803904228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2009/10/lagi-disayang-gusti-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/7479048406803904228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/7479048406803904228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kangtris.com/2009/10/lagi-disayang-gusti-allah.html' title='Lagi disayang Gusti Allah'/><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07002984694368974104'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SnvTAUH6wlI/AAAAAAAAAPQ/asC9CnAuDlY/s72-c/030.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>